Elektrifikasi NTT Kurang 20 Persen


sergapntt.com [KUPANG] – Elektrifikasi atau rasio penggunaan listrik di NTT hingga saat ini sudah cukup baik yakni mencapai  50 persen. Walau demikian, masih berada dibawah rata-rata nasional yakni 70 persen atau kurang 20 persen.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi VII Bidang Sumber Daya Energi DPR RI, Teuku Riefky Harsya ketika bersama sejumlah anggotanya meninjau pembangunan PLTU Bolok di Kupang, Selasa (20/120.
Terkait masih rendahnya elektrifikasi di NTT dimaksud, lanjut Teuku berharap empat pembangkit listrik yang sedang dalam pengerjaan di Provinsi NTT akan menjadi prioritas Komisi VII DPR RI untuk segera dioperasikan pada tahun 2012 mendatang. Empat pembangkit listrik dimaksud yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok di Kabupaten Kupang dengan kapasitas 2×16,5 Megga Watt (MW). PLTU Ropa dengan kapasitas 2×7 MW di Kabupaten Ende, PLTU Atambua dengan kapasitas 4×6 MW di Kabupaten Belu, dan pembangkit listrik panas bumi (PLPB) Ulumbu dengan kapasitas 2×2,5 di Kabupaten Manggarai.
“Kita mendorong agar elektrifikasi di NTT juga akan menjadi perhatian dari Kementrian ESDM dan PLN. Progres pembangkit listrik di NTT ditargetkan beroperasi tahun 2012,” kata Teuku.
Ia menyampaikan, PLTU Bolok akan interkoneksi dengan PLTU Atambua untuk melayani kebutuhan listrik di daratan Timor yang terdiri dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu. Namun, interkoneksi antara dua PLTU ini masih terjadi kendala pembangunan jaringan sejauh 95 kilmeter (km) yakni di wilayah So’e dan Kefa. Komisi VII akan menjadikan masalah kelistrikan di NTT menjadi salah satu prioritas DPR agar bisa dioperasikan tahun 2012.
Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Konstruksi Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara Satu, Ari Susetyo mengatakan pekerjaan yang masih tertunda antara lain pemasangan turbin, instalasi listrik, dan persiapan individual tes. Jika proses pekerjaan berlangsung lancar, dapat dipastikan keempat PLTU di NTT yang saat ini sedang dalam pengerjaan dapat beroperasi padda tahun 2012 mendatang.
Ari menambahkan, khusus untuk pembangunan pembangkit di pesisir pantai Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, tahap pengerjaanya sudah mencapai 76 persen. Dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa pada tahun 2012 mulai beroperasi. Kendala yang dihadapi adalah pembangunan jaringan sejauh 95 kilmeter (km) yakni di wilayah So’e dan Kefa.
By. FLO

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.