sergapntt.com [KUPANG] – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan negara Republic Demokratic de Timor Leste akan meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU yang telah dilakukan bersama Menteri Kesehatan RI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Wakil Gubernur NTT, Esthon L. Foenay katakan ini ketika menerima kunjungan Menteri Kesehatan Timor Leste, Nelson Martins bersama rombongan di ruang kerjanya, Rabu (7/12).
Esthon sampaikan, ada sejumlah masalah yang bisa dilakukan kerja sama di bidang kesehatan antara NTT dan Timor Leste seperti penyakit menular, kesehatan ibu dan anak, gizi, kejadian luar biasa, sumber daya manusia kesehatan dan pembangunan infrastuktur. Masalah kesehatan erat kaitannya dengan masalah kemanusiaan. Karena itu, masalah kesehatan tidak mengenal batas wilayah atau batas negara.
“Masalah kesehatan di wilayah perbatasan juga perlu mendapat perhatian serius seperti penyakit menular ISPA, malaria, tubercolosis, diare, rabies, filaria dan HIV/AIDS,” kata Esthon sambil menambahkan, wilayah perbatasan yang dekat dengan RDTL seperti Kabupaten Belu, TTU, TTS dan Kabupaten Kupang perlu mempersiapkan sumber daya kesehatan yang memadai.
Esthon akui, infrastruktur kesehatan di NTT belum memadai. Menyikapi permasalahan ini, strategi pendekatan yang dilakukan dengan memaksimalkan Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang berada di daerah-daerah pedesaan.
“Karena insfrastuktur yang minim dan persebaran penduduk yang tidak terkonsentrasi, kami di NTT maksimalkan Posyandu. Hasilnya lumayan baik. Angka kematian ibu dan anak semakin ditekan dan kesadaran masyarakat untuk menggunakan fasilitas Posyandu juga meningkat,” ujar Esthon.
Terkait usulan kerja sama di bidang kesehatan, Esthon sarankan agar sebaiknya dibuat Forum kerja sama antara Pemerintah RI dalam hal ini Pemerintah Provinsi NTT Bidang Kesehatan dengan Kementerian Kesehatan Demokratic Timor Leste. Diharapkan, pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh forum kerja sama tersebut sebaiknya dilakukan di ibu kota kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Timor Leste, Nelson Martins menyampaikan kedatangannya bersama rombongan ke NTT sebagai bentuk tindak lanjut atas penandatanganan MoU yang telah dilakukan bersama Menteri Kesehatan RI di Jakarta beberapa waktu lalu. ‘Tujuan kami ke NTT adalah untuk menindaklanjuti MoU yang telah saya tandatangani bersama Menteri Kesehatan RI,” ujarnya.
Terkait kerja sama dimaksud, papar Nelson, perlu didiskusikan secara serius sejumlah masalah kesehatan seperti tubercolosis, HIV/AIDS dan empat kejadian luar biasa yang terjadi di Timor Leste yakni flu burung, flu babi, KLB Malaria dan KLB Campak. Pihaknya sangat setuju untuk dilaksanakan kerja sama tersebut. Karena memang penyakit menular yang ada tidak mengenal batas wilayah dan batas negara.
“Mudah-mudahan kerja sama ini membantu masyarakat untuk hidup sehat dan ketika masyarakat sehat mereka akan berpartisipasi dalam pembangunan dan negara kita akan kuat,” kata Nelson sambil menambahkan, pihaknya juga sedang mencari alternatif baru sehingga tenaga kesehatan yang ada di Timor Leste bisa studi di Provinsi NTT.
Usai tatap muka dengan Esthon, Menteri Kesehatan Timor Leste, Nelson Martins bersama rombongan berkunjung ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT, RSUD Prof. W.Z. Yohanes Kupang dan Fakultas Kedokteran Undana Kupang.
By. FLO
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar