![]() |
| Anwar Puageno |
sergapntt.com [KUPANG] – Pemerintah Provinsi (Pemprov) pada tahun anggaran sebelumnya mengalokasikan dana Rp5 miliar untuk membantu perguruan tinggi (PT) swasta di NTT. Sedangkan bantuan yang diterima setiap lembaga pendidikan kurang lebih Rp50 juta dinilai sangat kecil.
Hal ini terungkap dalam pembahasan rancangan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) NTT Tahun 2012 oleh Badan Anggaran legislatif dan eksekutif di ruang rapat Kelimutu DPRD NTT.
Anggota Badan Anggaran Legislatif dari Fraksi Golkar, Anwar Pua Geno meminta penjelasan pemerintah apakah bantuan yang diberikan hanya untuk perguruan tinggi swasta atau semua sekolah swasta baik jenjang pendidikan dasar maupun tingkat atas. Sehingga dapat diketahui berapa jumlah riil yang harus diberikan kepada setiap sekolah. Ini penting karena sekolah swasta juga telah berkontribusi terhadap pembangunan pendidikan di daerah ini.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Jhon Umbu Deta tegaskan, pemerintah harus mendata secara lengkap terutama soal kondisi masing-masing sekolah yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Langkah selanjutnya adalah memperbaiki atau merenovasi gedung sekolah yang teridentifikasi rusak atau tak layak dipakai lagi. Terkait hal ini akan dibagi peran, mana yang dapat ditangani di tingkat kabupaten dan kota serta mana yang ditangani provinsi.
“Sekolah-sekolah swasta yang ada di daerah terpencil juga harus diperhatikan secara proporsional karena sejumlah gedung sekolah dalam kondisi rusak,” kata Jhon.
Ketua Badan Anggaran Legislatif, Ibrahim Agustinus Medah sampaikan, 48 perguruan swasta di NTT saat ini sudah cukup membantu pembangunan di daerah ini terutama di bidang pendidikan. Karena itu kewajiban pemerintah untuk membantu semua perguruan tinggi swasta yang tersebar di wilayah NTT. Dua tahun sebelumnya, pemerintah melalui APBD NTT mengalokasikan sejumlah dana dan dibagi merata ke setiap perguruan tinggi swasta sebesar Rp50 juta.
“Dana ini dinilai cukup kecil bila dihitung pengeluaran yang dilakukan oleh manajemen perguruan tinggi swasta untuk membiayai perjalanan ke Kupang guna mendapatkan dana dimaksud,” ujar Medah sambil mencontohkan perguruan tinggi swasta di Flores harus keluarkan dana yang cukup besar ke Kupang.
Lebih lanjut Medah sampaikan, pemerintah perlu menetapkan angka yang tepat dan cukup proporsional. Karena nilai Rp50 juta yang diterima lembaga perguruan tinggi itu, bisa dirincikan hanya untuk 50 orang mahasiswa dengan alokasi setiap mahasiswa sebesar Rp1 juta.
Sekretaris Daerah NTT, Fransiskus Salem menyampaikan, tahun anggaran sebelumnya pemerintah mengalokasikan dana Rp5 miliar untuk perguruan tinggi swasta di NTT. Dana tersebut, selain untuk membantu lembaga pendidikan, tapi juga untuk beasiswa para siswa dan dosen. Bantuan beasiswa untuk perguruan tinggi swasta itu dilakukan secara proporsional sesuai jumlah mahasiswa. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan kepada mahasiswa tingkat akhir dalam penulisan skripsi.
“Sejak tahun lalu, pemerintah juga siapkan dana beasiswa untuk tenaga dosen yang hendak melanjutkan pendidikan, yakni satu orang strata tiga (S-3) dan dua orang strata dua (S-2) sejak awal tahun ajaran,” papar Salem.
Bentuk perhatian lain yang diberikan adalah bekerjasama dengan perguruan tinggi swasta untuk menghadirkan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) di NTT, berpisah dari Kopertis Denpasar. Pelbagai langkah strategis pun telah dilakukan termasuk komunikasi intensif dengan Dirjen Perguruan Tinggi di Jakarta. Jika NTT sudah memiliki satu Kopertis sendiri, dana yang didapat dari pusat tentunya cukup banyak.
By. FLO
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar