Menurut saksi mata, Iskandar ikut terseret banjir saat akan menyelamatkan anak dan keponakannya yang terseret lebih dulu. Keluarganya sempat membawa tiga korban itu ke rumah sakit, namun nyawa mereka tidak tertolong lagi.
Lima warga Tubo lainnya yang mengalami luka berat, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan sejumlah warga yang luka ringan telah diperbolehkan untuk rawat jalan.
Desa Tubo merupakan wilayah yang paling parah diterjang banjir lahar dingin. Sekitar 90 persen rumah warga di desa tersebut rusak parah, bahkan ada rumah yang hilang terseret arus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ternate masih terus mendata rumah rusak dan mencari kemungkinan adanya korban lain.
“Di mana-mana ini banjir, sungai-sungai banjir. Kelurahan yang kebanjiran seperti yang lalu-lalu. kelurahan Tubo, Dufa-Dufa, Akehuda, Kalumpang, Maritrubu, Salahudin sudah sampai kelurahan Tanah Tinggi. Memang sudah banyak rumah rusak, tapi belum bisa dihitung “
Kepala BPBD Kota Ternate, Maluku Utara, Jemmy D Brevieng mengatakan para pengungsi sementara tinggal di sejumlah sekolah dan bekas kantor Gubernur. BPBD saat ini tengah berupaya menambah logistik untuk keperluan pengungsi. Sementara itu anggota DPRD Kota Ternate Asgar Saleh menyatakan ratusan rumah rusak akibat terjangan banjir lahar dingin tersebut.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.



Tinggalkan komentar