Pelni Gandeng TNI-AL Antisipasi Lonjakan Penumpang


sergapntt.com [KUPANG] – Manajemen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kupang menggandeng TNI Angkatan Laut (AL) dari Lantamal VII Kupang guna mengantisipasi melonjaknya penumpang menjelang tahun baru 2012. Personil marinir akan ditempatkan di pintu masuk menuju kapal, tangga kapal, dan pintu keluar penumpang.
Pernyataan ini disampaikan Kepala PT Pelni Cabang Kupang, Indra Irawan kepada wartawan di Kupang, Rabu (28/12/11).
Menurut Indra, anggota marinir yang ditempatkan tersebut bertugas untuk membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada penumpang yang naik dan yang turun dari kapal. Tugas lainnya adalah memastikan tidak ada calo tiket dan pencopet yang beroperasi di pelabuhan. Keterlibatan aparat keamanan dari TNI Angkatan Laut tersebut sangat bermanfaat memperlancar arus penumpang. Apalagi pada 29-31 Desember, tiga kapal Pelni akan sandar di dermaga Tenau. Tidak kurang dari 3.000 penumpang akan turun di pelabuhan tersebut, belum termasuk penumpang yang akan naik kapal.
Indra menyebutkan, ketiga kapal milik Pelni yang akan sandar di dermaga Tenau-Kupang dimaksud yakni Kapal Motor (KM) Sirimau yang akan tiba pada 29 Desember, KM Bukit Siguntang tiba 30 Desember, dan terakhir KM Pangrango tiba 31 Desember. Namun untuk menghindari calo, petugas Pelni akan menjual tiket di pelabuhan.
“Kita akan menjual tiket hingga tangga kapal sampai lima menit sebelum kapal berangkat, penumpang masih bisa membeli tiket pada petugas,” ujar Indra.
Walau terjadi lonjakan penumpang, Indra menjamin penumpang yang membeli tiket kapal Pelni, seluruhnya terangkut hingga pelabuhan tujuan. Apalagi pada perayaan natal dan tahun baru, penumpang yang berangkat dari Kupang lebih sedikit dibanding penumpang yang datang dari daerah lain. Pihaknya juga menjamin tidak ada penaikan harga tiket walau terjadi lonjakan penumpang. Untuk menghindari calo tiket, penjualan tiket dipusatkan di Kantor Pelni dan di travel resmi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan NTT, Bruno Kupok sampaikan, pihaknya telah membentuk posko mudik untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2012. Posko ini mulai bekerja pada 22 Desember 2011 sampai 3 Januari 2012.
Bruno katakan, pembentukan posko mudik itu merujuk pada surat Dirjen Perhubungan Darat yang meminta semua pemerintah daerah untuk membentuk posko demi kelancaran arus mudik Natal dan Tahun Baru 2012. Pembentukan posko tersebut untuk mengatasi lonjakan penumpang, baik transportasi darat, laut maupun udara.
“Kami sudah surati pemerintah kabupaten dan kota se-NTT agar membentuk posko mengantisipasi arus mudik Natal dan tahun Baru 2012,” kata Bruno.
Ia berargumen, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, arus mudik Natal dan Tahun Baru tidak mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Walau demikian, antisipasi tetap dilakukan teurtama H minus tiga dan H plus tiga Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2012. Pada prinsipnya, semua amada yang dibutuhkan baik angkutan darat, laut maupun udara disiapkan secara maksimal.
“Aspek keselamatan menjadi hal prioritas termasuk peralatan keselamatan transportasi,” tandas Bruno.
By. FLO

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.