Dinas PU Sabu Raijua Tak Kebagian APBD NTT 2012


sergapntt.com [MENIA] – Tidak dialokasikannya anggaran dalam rencana umum pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran 2012 dari sumber dana APBD Provinsi NTT tahun 2012 untuk Kabupaten Sabu Raijua mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Sabu Raijua. Beragam pendapat dari tokoh masyarakat disampaikan kepada wartawan sebagai bentuk keprihatinan mereka atas nasib Kabupaten Sabu Raijua.
Tokoh Masyarakat asal Sabu Raijua yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sabu Raijua, Yakob Lay Riwu sangat menyesalkan pernyataan Kepala Dinas PU NTT, Andre W Koreh yang seakan-akan melempar kesalahan kepada DPRD Provinsi NTT karena rencana umum pengadaan barang dan jasa pada Dinas PU telah melewati pembahasan di tingkat DPRD Provinsi NTT.
“Terlalu bodoh Andre Koreh itu kalau Sabu tidak dapat anggaran dari PU, lalu disuruh untuk tanya pada DPRD. Karena apa, rencana apapun juga itu disiapkan oleh eksekutif dan masyarakat umum tahu itu. Sehingga kalau dia suruh tanya ke DPRD, maka saya anggap dia terlalu bodoh,” ujarnya.
Dikatakan, jika masyarakat Sabu Raijua bertanya kepada Andre Koreh sebagai Kepala Dinas PU itu merupakan hal yang wajar karena sebagai pengguna anggaran dia yang telah menyusun anggaran untuk masing-masing kabupaten/kota yang ada di NTT.
“Kalau dia memang sengaja tidak mau mengalokasikan anggaran untuk Kabupaten Sabu Raijua, dia harusnya memberikan penjelasan, jangan lalu melempar kesalahan yang ada kepada DPRD karena yang membuat anggaran dalam rencana umum di dinas itu adalah dia, bukan DPRD,” katanya.
Sementara, Leopold Radja Ga, tokoh masyarakat asal Sabu Barat menilai, kalau tindakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT adalah tindakan diskriminasi terhadap Kabupaten Sabu Raijua dan menyakiti perasaan semua orang Sabu Raijua di manapun mereka berada.
“Saya melihat ini sebagai bentuk diskriminasi yang dilakukan gubernur dan stafnya terhadap Sabu Raijua. Kita sebagai masyarakat merasa dilecehkan dan disakiti. Kalau ada dendam politik atau apalah itu tidak boleh membunuh masyarakat Sabu Raijua,” katanya.
Sebagai masyarakat, maka dirinya berharap agar DPRD Sabu Raijua tidak boleh menutup mata terhadap persoalan yang ada. Sebab, yang akan kena imbas adalah masyarakat kecil. Dewan Sabu Raijua bisa melakukan konsultasi ke pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum, sehingga bisa diketahui apakah tindakan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi itu benar atau tidak.
“Kita tidak mau mengemis tapi kita mau tahu apa alasan pemerintah provinsi sehingga tidak mengalokasikan dana lewat Dinas PU untuk Kabupaten Sabu Raijua. Kita minta dewan Sabu harus tanyakan itu ke pusat supaya mereka di pusat juga mengetahui apa yang dilakukan oleh pemerintah provinsi kepada Kabupaten Sabu Raijua di mana provinsi itu sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat,” tegasnya.
Untuk diketahui, dari semua program dan kegiatan yang ada di Dinas PU Provinsi NTT dari sumber dana APBD Provinsi NTT tahun 2012 senilai Rp 196.678.245.050 yakni program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan bersama kegiatan lainnya, pengembangan pengelolaan konservasi sungai, danau dan sumber air lainnya, pembangunan jalan dan jembatan, program pengembangan perumahan dan pemukiman, program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah, program pengembangan sarana dan prasarana pedesaan, program pengembangan pelayanan jasa laboratorium pengujian, program pengembangan jaringan irigasi dan semua program lainnya, Kabupaten Sabu Raijua tidak mendapatkan satupun program yang ada.
By. SBR

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.