Pemkab Sabu Raijua Magang Pembuatan Gerabah di Mataram


sergapntt.com [MENIA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua lewat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat untuk melakukan magang bagaimana membuat gerabah yang bernilai ekonomi di Mataram-NTB.
Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome kepada wartawan pekan lalu mengatakan, rombongan yang dikirim ke Mataran selain dilatih bagaimana membuat gerabah yang bagus dan unik serta bernilai ekonomis, peserta juga berlatih bagaimana membuat anyaman dari daun lontar yang unik serta bisa menghasilkan uang.
“Kenapa kita kirim mereka di sana? Karena memang disanalah tempatnya yang paling bagus untuk mereka berlatih bagaimana membuat gerabah yang baik dan bernilai. Kita di Sabu Raijua memiliki tanah yang berkualitas untuk memproduksi gerabah yang berkualitas, tapi kita kalah pada teknik pembuatannya sehingga masyarakat perlu belajar disana. Selain itu mereka juga belajar bagaimana menghasilkan produk atau souvenir dari daun lontar yang unik dan bisa menghasilkan uang,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti magang selama dua pekan di Mataram terdiri dari anggota-anggota kelompok pengrajin yang ada di Sabu Raijua. Dengan demikian, pengalaman dan keahlian mereka yang melakukan magang akan ditransfer kepada kelompok di mana mereka berasal, sehingga semua bisa memiliki keahlian yang sama dalam hal pembuatan gerabah maupun anyaman daun lontar yang berkualitas.
“Saya sangat yakin bahwa kita bisa menjadi daerah yang dapat memproduksi gerabah yang handal dan bernilai di NTT. Kita berkeinginan supaya mengirim lebih banyak orang untuk berlatih disana, namun karena kondisi keuangan kita tidak memungkinkan, maka kita kirim satu orang dari masing-masing kelompok dan tugas mereka setelah pulang dari sana adalah mengajarkan anggota kelompoknya masing-masing,” jelasnya.
Diakui, selama ini masyarakat Sabu Raijua hanya bisa membuat periuk tanah secara tradisonal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Padahal, jika mereka dilatih bagaimana membuat prduk-produk dari tanah liat yang berkualitas, maka ada berbagai souvenir maupun kerajinan lainnya yang bisa dibuat dari tanah liat.
“Masyarakat kita hanya mampu membuat periuk tanah untuk media penyimpanan air atau sebagai tempat makan minum. Disisi lain masyarakat Sabu sendiri sudah lebih memilih produk pabrik untuk menggantikan tempayan dari tanah liat ini. Jika demikian, maka bisa saja orang tidak lagi membuat periuk tanah karena sudah tidak laku lagi. Untuk membuat mereka tetap memperoleh pendapatan dengan memanfaatkan tanah liat, maka mereka harus dilatih tidak hanya membuat periuk tapi bagaimana membuat gerabah, vas bunga yang cantik atau asbak rokok yang unik dan berbagai produk kerajinan lainnya dari tanah liat,” jelasnya.
By. HL

1 Komentar

  1. Kalau kebijakan Pemkab Sabu sudah demikian, maka tinggal bagaimana yang dikirim untuk mensyukuri dan memaknai kebaikan ini untuk “kembali dan menggerakan” potensinya menjadi Sumber Daya yang memberi manfaat ekonomis secara nyata didalam pelestariannya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.