Anak Polisi Jadi Preman Di Kampung Sendiri


sergapntt.com [BAJAWA] – Ando Nango, mahasiswa sebuah Perguruan Tinggi (PT) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang juga anak seorang polisi di Polres Ngada bikin ulah di kampung sendiri. Pemuda yang ngaku sebagai dedengkot anak pank di Kupang itu menghajar sejumlah pria dan wanita asal Desa Waepana, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada saat pulang beribadat dari gereja Salib Suci So’a.
Kepada para korban yang dihajarnya, Ando ngaku dia adalah bosnya para preman di Kecamatan So’a. Ia juga mengaku tak takut pada anggota polisi dan anggota TNI yang bertugas di So’a.
“Kemarin, adik perempuan saya ke gereja. Begitu pulang, entah kenapa, dia (Ando-red) bersama 3 orang temannya langsung menghadang. Tanpa ba-bi-bu, adik perempuan saya langsung ditonjok. Selepas itu, beberapa anak muda yang berasal dari Waepana juga dihajar. Bahkan ada yang sampai babak belur,” papar Darson, warga Desa Waepana saat menghubungi sergapntt.com via handphone, Senin (2/12/12) sore.
Menurut Darson, kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke polisi. Namun ia sangsi kalau proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, ayah pelaku adalah seorang anggota polisi yang cukup disegani di lungkungan Mapolres Ngada. “Katanya dia sudah di tahan polisi. Tapi,,, benar atau tidak, saya tidak yakin. Karena bapaknyakan polisi,” ujarnya.
Keraguan Darson ada bisa benar. Sebab, berulangkali mahasiswa yang jadi preman di kampung halamannya sendiri itu bikin ulah, toh ia tidak pernah ditahan atau diproses hukum. Ia justru disuruh orang tuanya kabur ke Kupang.  
“Ya,,, kami harap polisi bisa berlaku adil,” imbuhnya, berharap.
By. CHE

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.