Menurutnya, gas LPG dibutuhkan dalam pembakaran untuk memanaskan air. Saat proses pembakaran, gas LPG akan menghasilkan gas karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Pembakaran tersebut, ujar Arde, juga membutuhkan oksigen.
Arde melanjutkan, jika proses pembakaran LPG tidak sempurna, maka akan menghasilkan gas karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2), dan air (H2O). Masalahnya, kata dia, jika gas karbonmonoksida bocor, maka ruangan yang paling rawan terkena bocoran itu adalah kamar mandi, karena biasanya sirkulasi di kamar mandi kurang bagus.
“Karbonmonoksida ini jika tersebar di udara, akan mengusir oksigen. Jadi orang yang menghirup udara di sekitarnya bisa lemas, pingsan, bahkan berujung pada kematian, terlebih pada ruangan kamar mandi yang biasanya sirkulasi udaranya kurang bagus,” ujar Arde, Senin, 2 Januari 2012.
Arde mengingatkan, manusia mutlak membutuhkan oksigen untuk bernafas dan mendistribusikan aliran darah. Oleh karena itu, lanjutnya, jika seseorang menghirup gas karbonmonoksida yang bocor, maka dia harus segera dipindahkan ke ruang terbuka sehingga yang bersangkutan dapat menghirup udara segar.
Arde menegaskan, langkah ini harus ditempuh agar seseorang yang telah keracunan gas karbonmonoksida itu segera mendapat oksigen. “Dalam kondisi ini, cepat cari udara segar atau beri oksigen,” kata dia.
Menurutnya, gas karbonmonoksida tidak hanya dihasilkan dari pembakaran gas LPG yang tidak sempurna. Ia menyebutkan, benda-benda dalam rumah yang berasal dari bahan anorganik yang dibakar, juga bisa menghasilkan gas Karbonmonoksida.
“Seperti obat nyamuk, itu juga mengandung karbonmonokisda saat pembakaran tidak sempurna,” ujarnya. Secara teoritis, kata Arde, kondisi aman gas karbonmonoksida ada pada kisaran 50 ppm. “Namun jika seseorang tidak segera mendapatkan pertolongan, maka dalam waktu beberapa menit, dia bisa mengalami kematian,” ujarnya.
Kedua jenazah ditemukan oleh pemilik rumah, Sarib Andre Nugroho sekitar pukul 16.00 WIB di dalam kamar mandi. Kedua jenazah ditemukan dalam keadaan tanpa busana.
“Sarib kita mintai keterangannya sebagai saksi,” ujar Kepala Humas Polrestabes Bandung, Komisaris Polisi Endang Sri Wahyu Utami, Senin 2 Januari 2012.
Berdasarkan penuturan Sarib kepada polisi, saat ditemukan Adesagi dan Randy tergeletak di lantai kamar mandi. “Saat itu Sarib mau ke kamar mandi, tapi kamar mandinya terkunci,” kata Endang.
Lalu, Sarib pun mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali. Namun tidak ada jawaban. Hingga akhirnya, Sarib meminta bantuan salah satu rekannya untuk mendobrak pintu.
“Setelah didobrak, ternyata dua jenazah temannya sudah tergeletak di lantai dalam keadaan meninggal,” jelasnya.
Mendapati dua rekannya tidak bernyawa, Sarib akhirnya menghubungi polisi. Menurut penuturan Sarib kepada polisi, kedua sahabatnya itu telah menginap di rumahnya sejak 29 Desember 2011 untuk merayakan pergantian tahun.
Penyebab kematian diduga, keduanya keracunan gas pemanas air. Keduanya menghirup gas beracun dari pembakaran tidak sempurna pemanas air di dalam kamar mandi. Tapi tidak diketahui berapa lama korban menghisap gas beracun sampai akhirnya meninggal dunia.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar