sergapntt.com [KUPANG] – Seteru antara Demokrat dan PDIP tak kunjung surut. Setelah habis-habisan mengkritisi Ketua DPD PDIP yang juga Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya tentang program “Anggur Merah” yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sejah awal 2011, kini DPD Partai Demokrat NTT tegas dan terang-terangan menolak berkoalisi dengan PDIP guna mengusung paket calon walikota dan wakil walikota Kupang periode 2012-2017.
Sejumlah petinggi Demokrat NTT mengaku, Demokrat tak sudi berkoalisi dengan PDIP. Itu artinya, Demokrat tidak akan mendukung paket Jeriko-Kristo Blasin. Walaupun Jeriko merupakan kader Demokrat yang kini sedang duduki di kursi parlemen di DPR RI, dan diajukan pula oleh DPD PDIP ke DPP PDIP untuk ditetapkan sebagai calon walikota dan wakil walikota pasca kepemimpinan Dan Adoe-Dan Hurek.
Demokrat sendiri telah telah memiliki paket calon walikota dan wakil walikota, yakni Rikardus Wawo-Melkisedek Lado, Stanislaus Say-Sely Tokan, Jeriko-Kristo Blasin, dan Teda Littik-Jimmy Sianto.
Jika Jeriko tetap ingin mengendarai Demokrat dan berpasangan dengan Kristo Blasin, maka Jeriko harus menggaet partai lain, bukan PDIP. Tuntutan ini bisa dipastikan sangat tidak mungkin. Sebab, Kristo Blasin merupakan kader PDIP yang diutus untuk berpasangan dengan Jeriko.
Sejumlah analis memprediksi, jika Demokrat terus bersikeras, maka PDIP bisa saja ambil sikap ‘membuang’ paket Jeriko-Kristo Blasin dan ‘mengamankan’ Harry Theofilus-Epy Seran sebagai calon walikota dan wakil walikota. Apalagi, popularitas, kredibilitas, profesionalitas paket Harry Theofilus-Epy Seran tak jauh beda dari Jeriko-Kristo Blasin. Soal peluang menang? Harry Theofilus-Epy Seran lebih diunggulkan ketimbang Jeriko-Kristo Blasin.
“Basis pemilih Kristo Blasin itu di Maumere, bukan di Kota Kupang. Apalagi dia maju sebagai orang nomor 2? Omong soal kader PDIP, Epi Seran itu lebih dikenal rakyat Kota Kupang, bukan Kristo Blasin. Siapa yang mau pilih Kristo? Orang Flores? Karena dia orang Flores? Belum tentu bung,” ujar, Herman Moa, simpatisan Partai Demokrat saat bincang-bincang dengan sergapntt.com di beranda Kantor Gubernur NTT, Selasa (3/12/12).
Penolakan berkoalisi dengan PDIP disampaikan juga oleh Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat NTT, Martin Tokan.
by. cis/mediaindonesia.com
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar