sergapntt.com [KUPANG] – Pendaftaran pemilukda Kota Kupang baru akan dibuka pada 10 hingga 16 Januari 2012, dan penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota periode 2012-2017 pada 17 Maret 2012. Namun prediksi siapa yang bakal maju dan siapa yang akan keluar sebagai pemenang di sesi pemilukda kali ini mulai digelontorkan para tim sukses, pelaku politik praktis dan pengamat.
Sejumlah warga Kota Kupang yang mengklaim diri sebagai tim sukses paket Harry Theofilus-Epy Seran mengaku, hasil jajak pendapat yang dibuat oleh mereka menempatkan paket Harry Theofilus-Epy Seran paling diminati warga Kota Kupang, terutama para simpatisan dan kader PDIP di tingkat DPC Kota Kupang. Sedangkan paket Jefri Riwu Kore-Kristo Blasin hanya didukung oleh elit DPD PDIP NTT.
“Kami sudah melakukan survei, hasilnya,, ya,,, seperti itu,” ujar Hen Klau, warga Kota Kupang yang mengaku sebagai simpatisan dan tim sukses paket Harry Theofilus-Epy Seran.
Sementara itu, DPD PDIP NTT telah mengirim tiga pasangan calon ke DPP PDIP untuk ditetapkan sebagai calon walikota dan wakil walikota Kupang periode 2012-2017, yakni Jefri Riwu Kore-Kristo Blasin, Harry Theofilus-Epy Seran, dan Gustaf Oematan-Sely Tokan.
Dari seluruh kandidat, hanya Jefri yang berasal dari Partai Demokrat. Sedangkan calon lainnya adalah kader PDIP. Saat ini Jefri masih berstatus anggota DPR besutan Partai Demokrat dari dapil NTT 2.
Ketua DPP PDIP NTT, Frans Lebu Raya mengatakan dari tiga pasangan tersebut, dua di antaranya akan gugur. “Secepatnya DPP PDIP akan mengirim jawaban tentang pasangan mana yang terpilih untuk maju lewat PDIP,” paparnya.
Menurut politisi yang kini menjabat sebagai Gubernur NTT itu, jika DPP PDIP memilih pasangan Jefri-Kristo, kemungkinan akan terjadi koalisi antara PDIP dan Demokrat. Namun ia mengakui persoalan koalisi masih terlalu dini untuk dibahas. Pasalnya Partai Demokrat juga memiliki calon yang diusung di pemilu kada.
Lalu apa tanggapan Partai Demokrat? Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat NTT, Martin Tokan mengatakan Partai Demokrat tidak akan berkoalisi dengan PDIP. “Kalau Jefri diusung partai lain, boleh saja,” ujarnya.
by. cis/mediaindonesia.com
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar