sergapntt.com [ATAMBUA] – Dalam setahun, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan di Kabupaten Belu, baik Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), tugas pembantuan maupun lainnya sangat besar jumlahnya. Terhitung, anggaran mencapai triliunan rupiah pada tahun anggaran 2011.
Bupati Belu, Joachim Lopez dalam jumpa pers akhir tahun, Jumat (30/12) di ruang rapat mengatakan, total anggaran yang masuk ke Kabupaten Belu untuk pembangunan berbagai bidang jumlahnya sangat besar. Di mana, angkanya mencapai Rp 1,083 triliun.
Sumber dana tersebut antara lain DAU, DAK, tugas pembantuan, PNPM, P2KP, PPIP dan NGO serta pembangunan perumahan rakyat.
Disebutkan, untuk DAU yang dialokasikan masuk APBD tahun anggaran 2011 sebanyak Rp 734.491.621.561 yang digunakan untuk belanja langsung maupun tidak langsung. Selain itu, ada dana tugas pembantuan mencapai Rp 52 miliar, PNPM sebanyak Rp 101 miliar, PPIP Rp 4,570 miliar, P2KP Rp 760 miliar, blog grant Rp 14 miliar, DPID Rp 68 miliar dan NGO atau LSM sebanyak Rp 10 miliar serta pembangunan perumahan rakyat senilai Rp 90 miliar.
Disamping dana-dana itu, ada program anggur merah dengan nilai Rp 6 miliar yang sementara ini bergulir di 24 desa di Kabupaten Belu. Total dana-dana tersebut urainya, bila ditambahkan nilainya mencapai Rp 1,083 triliun yang semuanya untuk pembangunan Kabupaten Belu.
Kedepan pihaknya akan terus mencarikan upaya untuk terus meningkatkan jumlah anggaran yang masuk ke Kabupaten Belu sehingga pembangunan disetiap bidang yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat terwujud.
Joachim menyebutkan, penyerapan anggaran di Kabupaten Belu hingga saat ini mencapai 90 persen. Sedangkan, realisasi fisik mencapai 80 persen. Situasi ini akan bertambah, sebab masih ada dua hari tersisa tahun anggaran 2011.
Diakui, untuk postur anggaran 2011 khususnya untuk DAU masih lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai di mana mencapai Rp 378 miliar dan sisanya dialokasikan untuk pembangunan diberbagai bidang yang ada.
Menyoal PAD, Joachim Lopez mengungkapkan, PAD 2011 dipastikan tidak mencapai target, pasalnya dari target PAD sebesar Rp 52,4 miliar baru terealisir sejumlah Rp 34 miliar atau sekira 65 persen. Target PAD ternyata over estimated, sehingga tidak terpenuhi seluruhnya. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya pengiriman batu mangan yang memberikan nilai tambah khususnya royalti kepada pemerintah sebagai PAD.
“Memang kita over estimated atau terlalu tinggi memperkirakan penerimaan. Nyatanya tidak mencapai. Walau demikian, kedepan akan diupayakan peningkatan PAD,” jelasnya.
Ia mengatakan, pemerintah bersama DPRD akan terus mengupayakan peningkatan PAD untuk membiayai pembangunan di Kabupaten Belu dengan menggali potensi-potensi penerimaan di Kabupaten Belu.
By. GT
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar