274 Rumah Terendam Banjir


sergapntt.com [SOE] – Warga empat dusun di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten TTS terendam luapan kali Noemuke, Sabtu (31/12) lalu. Sedikitnya 274 kepala keluarga (KK) harus mengungsi karena rumah mereka terendam air dan lumpur setinggi 70 centimeter.
Banjir dari luapan kali Noemuke itu datang secara tiba-tiba pada malam hari, sehingga sebagian besar dari mereka tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Kaur Pemerintahan Desa Toineke, Filmon Talaem yang dihubungi per telepon, Selasa (3/1) menjelaskan, kasus itu berawal ketika hujan deras melanda wilayah tersebut, Sabtu (31/12) sekira pukul 04.00 Wita. Akibatnya, kali Noemuke tidak mampu menampung air sehingga meluap dan merendam ratusan rumah di empat dusun tersebut.
“Hujan tidak terlalu besar, tapi mungkin hujan besar di SoE, jadi kali Noemuke meluap. Jadi bukan hanya air tapi dengan sarpete (lumpur, red). Waktu itu juga sudah malam jadi masyarakat tidak tahu dan banyak yang tidak bisa keluar rumah. Tapi untung tidak ada korban. Hanya ada kerugian perabot rumah dan ada juga beras dan jagung yang rusak di dalam rumah karena terendam air,” jelas Filmon.
Selain rumah dan perabotnya terendam, lahan masyarakat yang ditanami jagung dan kacang hijau terancam mati. Walau tidak merinci besar lahan yang terendam, namun Filmon memastikan banyak tanaman yang akan mati karena terendam.
Dia mengungkapkan, jembatan Noemuke mengalam kerusakan parah akibat banjir. Bahkan dua mobil sempat pergelincir dan nyaris jatuh sehingga harus diderek.
“Jembatan itu banyak papan yang hilang dan patah jadi sudah dua oto yang jato. Kemarin (Senin, red) satu, ini hari satu juga jato karena ban terlepas dari papan. Untung badan oto tertahan di besi jadi orang dong tarek pake oto laen lai. Sekarang aer sudah turun tapi masih lumpur jadi masyarakat dong banyak yang bertahan di rumah keluarga atau tetangga. Mereka juga belum dapat bantuan apa-apa,” tambahnya.
Sementara itu, Kadis Sosial Nakertrans Kabupaten TTS, Maxi Missa yang sempat tiba di lokasi bencana, Senin lalu mengaku, banjir yang terjadi cukup besar. Pasalnya, luapan air dari kali tertahan pada pembatas jalan, sehingga sebagian besar rumah yang terendam berada di sisi kiri jalan. “Air tidak bisa lewat ke sebelah jalan karena tidak ada deker atau celah untuk jalur air. Jadi air yang turun dari atas gunung itu tertampung di situ,” jelas Maxi.
Ditanya soal bantuan darurat, Maxi mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan apapun, baik dari Dinsos maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pasalnya, stok beras pada dinas tersebut telah habis dan pihaknya baru mengajukan permintaan ke tingkat provinsi.
“Data sementara ada empat dusun yang kena banjir dan dua dusun yang parah. Jadi dari dua dusun itu ada 274 KK yang paling parah. Sampai sekarang masih didata jadi belum tau kerugian berapa,” jelas Maxi.
Hingga saat ini, Kepala BPBD Kabupaten TTS, Marthinus Tafui belum dapat dikonfirmasi. Namun beberapa sumber menyebutkan, yang bersangkutan sedang berada di luar daerah.
By. MG

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.