Pemerintah Sabu Raijua Diminta Tegas Razia Ternak


sergapntt.com [MENIA] – Saat ini masyarakat Sabu Raijua sudah masuk pada kegiatan musim tanam 2011-2012 seiring dengan curah hujan yang semakin intensif di daerah tersebut. Tanaman masyarakat berupa jagung, kacang maupun padi juga sudah bertumbuh.
Namun, masyarakat masih terkendala dengan kebiasaan melepas ternak, sehingga mengancam tanaman yang sudah bertumbuh. Untuk itu, pemerintah diminta untuk tegas memberlakukan aturan mengenai penertiban ternak yang telah diketok menjadi peraturan daerah.
Penegasan ini disampaikan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sabu Raijua, Mezak Dida kepada, Senin (2/1). 
“Kita sangat terganggu dengan ternak masyarakat yang dilepas begitu saja. Sebagai sesama warga kita sudah meminta supaya semua ternak yang ada harus diikat atau dikandangi, namun tidak pernah digubris. Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, maka bisa terjadi perselisihan diantara masyarakat petani dengan pemilik ternak yang dilepas,” ujarnya.
Untuk itu tegas Mezak, cara yang paling baik adalah pemerintah lewat Sat Pol PP sebagai instansi pengaman peraturan daerah harus bertindak tegas serta melakukan razia terhadap ternak yang saat ini masih berkeliaran.
“Mungkin masyarakat perlu diberi sok terapi supaya mereka sadar kalau melepas ternak melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tahun ini selain kegiatan musim tanam, tapi ada juga program yang wajib dilaksanakan yakni hijauan makanan ternak dan revolusi hijau yang saat ini sudah dilaksanakan. Bagaimana ini bisa berjalan dengan baik tanpa gangguan jika masyarakat belum sadar untuk menertibkan ternak mereka,” tambahnya.
Terkait persoalan itu, Ketua DPRD Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa meminta agar Sat Pol PP sudah harus beraksi dalam melakukan tindakan pengamanan terhadap perda penertiban ternak yang sudah ditetapkan tahun lalu.
Dikatakan, kebiasaan masyarakat melepas ternak selepas panen harus segera diubah, karena berbagai program seperti kebun rakyat mandiri dan hutan rakyat mandiri yang saat ini dilakukan pemerintah akan menjadi sia-sia jika ternak masyarakat tidak ditertibkan.
Masalahnya, jika tidak ada aturan yang jelas mengenai penertiban ternak, maka persoalan ternak akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Selain itu keberadaan hewan seperti  babi, sapi, kambing dan kerbau juga bisa berdampak terhadap pengendara yang melalui jalan dan tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan kecelakaan.
Banyak ternak yang bermain dipinggir jalan dengan bergerombol, sehingga sangat mengganggu pengendara kendaraan bermotor terutama pengguna kendaraan roda dua.
“Keberadaan hewan yang berada dijalan sangat meresahkan masyarakat. Hewan tidak saja berkeliaran pada siang hari, namun juga pada malam hari. Bahkan di simpang tugu hewan tersebut malah tidur dijalan-jalan,” katanya.
By. SBR

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.