sergapntt.com [KUPANG] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si meminta warga Lamaholot yang berada di daerah rantuan untuk mengingat dan memperhatikan kampung halamannya.
”Saya bersama Pak Frans Lebu Raya telah bertekad dan mengajak kita semua termasuk warga Lamaholot yang ada di rantuan untuk ingak kampung halaman. Ingat asal usul dari mana kita datang. Kami namakan program itu, Gerakan Pulang Kampung atau GPK,” ucap Wagub dalam sambutannya pada acara Natal Bersama dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Asal Lamaholot (IKAL) Kupang, di GOR Oepoi, Selasa malam (3/1/2012).
Selain itu, menurut Wagub, tekad kepemimpinan FREN (Frans dan Esthon) juga berusaha untuk mensejahterakan rakyat yang berada di desa-desa yang ada di wilayah Provinsi NTT. ”Fokus perhatian FREN juga untuk kesejahteraan rakyat. Kami berdua sepakat dana yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) diserahkan kembali kepada masyarakat melalui Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. Program ini dimaksudkan untuk percepatan dan pemberdayaan masyarakat miskin yang berada di desa-desa. Karena melalui program ini ada investasi modal yang beredar di desa dan ada investasi sumber daya manusia melalui keberadaan PKM (Pendamping Kelompok Masyarakat) sebagai fasilitator,” tandas Wagub, disambut tepuk tangan para hadirin.
Wagub juga mengaku, hingga kini dirinya bersama Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya tetap harmonis dan kompak dalam memimpin masyarakat NTT. ”Saya dan Pak Frans tetap harmonis dan kompak. Keharmonisan dan kekompakan sebagai keteladanan yang terinspirasi dari kelahiran Yesus Kristus di Betlehem. Sebagai pemimpin kita harus tetap harmonis dan kompak dalam membangun daerah ini,” ujar Wagub.
Belajar dari kesederhanaan Yesus Kristus, lanjut Wagub, FREN juga hingga kini tetap sederhana dalam melayani dan memimpin daerah ini. ”Kesederhanaan itu juga nampak dalam ajakan kami kepada masyarakat untuk cintai dan bangga dengan mengkonsumsi pangan lokal yang ada di daerah ini sebagai konsumsi utama,” tandas Wagub sembari menambahkan, ”NTT yang sudah sulit secara ekonomis dan transportasi jangan lagi dipersulit dalam persahabatan dan persaudaraan.”
Ketua panitia penyelenggara, Drs. Aba Maulaka dalam laporannya mengatakan, acara Natal bersama dan Tahun Baru bersama warga IKAL Kupang merupakan momentum perarakan spiritualitas iman warga Lamaholot yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya. ”Acara ini juga merupakan salah satu bentuk dalam menjaga komitmen dan spirit kekeluargaan dalam ikatan warga Lamaholot yang ada di rantuan sekaligus refleksi kita terhadap Lewotana tercinta,” tandas Aba yang juga mantan Wakil Bupati Alor.
Di sela-sela kegiatan tersebut, Gubernur dan Wagub berkenan menyerahkan bantuan uang senilai Rp 25 juta untuk TK Santa Mari Asumpta Walikota Baru yang beberapa waktu lalu gedungnya terbakar dan diterima Suster Kepala TK serta bantuan untuk Panti Asuhan Laes Manekat Lasinana Kota Kupang.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ibu Lusia Adinda Dua Nurak Lebu Raya, Ibu Whelmintje Foenay, Sekda NTT, Frans Salem, SH, M.Si dan ibu Bertha Salem Ladju, SH, Bupati Lembata, Yantje Sunur dan Wabup Lembata, Viktor Mado Watun, SH, Wabup Flotim, Valentinus Tukan, S.Ap, anggota DPR RI, DR. Jefri Riwu Kore, anggota DPRD NTT, Drs. Kristo Blasin, Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek dan ribuan warga Lamaholot yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya.
By. VERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar