sergapntt.com [SOE] – Tim dokter yang tergabung dalam kegiatan bhakti sosial (baksos) Keluarga Besar Mahasiswa Kedokteran Flobamora (Kardio) yang berlangsung di Desa Oe’Ekam Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur menemukan penyakit langka, yakni frambusia atau sejenis penyakit kulit yang sudah langka di Indonesia.
Menurut Ketua Panitia Baksos, Adelin Kole, dalam kegiatan tersebut, tim dokter yang berjumlah 16 orang memberikan pengobatan gratis kepada lebih dari 1.900 pasien. Selain pengobatan, pihaknya juga memberikan penyuluhan kesehatan dan pemberian bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan terutama para janda.
“Untuk pengobatan itu terdiri dari dua kegiatan yakni pengobatan dan bedah minor. Untuk yang pengobatan itu lebih dari 1.800 pasien. Jumlah paling tinggi penyakit infeksi pernapasan akut (ispa) diikuti penyakit distetsia atau lambung. Sementara untuk bedah minor ada 45 pasien yakni pasien lipoma, kista, aterom dan papiloma dan sisanya paling banyak pasien sirkumsisi atau sunat. Ada 13 pasien dengan gejala malaria, namun setelah kami tes hanya dua yang positif malaria,” jelas Adelin.
Dia mengungkapkan, dari kegiatan tersebut, tim dokter menemukan satu pasien penderita frambosia. Penyakit kulit tersebut termasuk penyakit langka di Indonesia. Sebab, sudah sangat lama tidak pernah lagi ditemukan di Indonesia.
Dijelaskan, penderita frambusia mengalami luka terutama pada bagian kaki dan sangat rentan untuk melepuh dan kulit mudah robek. Jika tidak segera diobati, pasien akan mengalami kerusakan persendian dan destruksi persendian.
“Di Indonesia sudah tidak ada lagi penyakit seperti ini karena sudah lama sekali tidak ada laporan. Namun kami menemukan satu pasien di Oe’Ekam. Penyakit ini masuk melalui luka pada kulit orang sehat dan sering ditemukan di kaki yang gampang terkena luka dan kotoran. Dia menular lewat luka pada kulit dan tumbuh seperti biji jerawat yang meradang, merah, kemudian lama-lama jadi ulkus. Umumnya juga terjadi pada musim hujan. Penyakit ini juga timbul karena faktor lingkungan dan kebersihan,” terangnya lagi.
Ditambahkan, sedikitnya 500 janda dan anak yatim piatu diberikan sembako secara gratis serta pakaian bekas layak pakai. Pihaknya juga menggelar simulasi sikat gigi serta cara mencuci tangan yang baik dan demo memasak makanan bergizi menggunakan pangan lokal.
“Tujuan kita untuk mengajarkan kepada ibu-ibu untuk memanfaatkan pangan lokal. Dengan pengelolaan yang baik dan bersih serta sehat, bisa menunjang kesehatan anak tanpa harus membeli dari toko,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 40 peserta yang tergabung dalam Kardio di Jakarta. Disebutkan, kegiatan tersebut atas kerja sama Kardio dan PT Batutua Kharisma Permai.
Adelin mengakui, kegiatan tersebut berjalan sangat lancar dan aman. Namun dia berpesan agar perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang sulit mencapai sarana kesehatan karena jarak rumah sakit atau puskesmas sangat jauh.
by. ED
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar