sergapntt.com [KUPANG] – Pro kontra masih mewarnai penetapan Jefri Riwu Kore sebagai Bakal Calon (Balon) Walikota Kupang yang diusulkan PDIP dan Gerindra untuk ditetapkan oleh DPP PDIP dan Gerindra sebagai Calon Walikota berpasangan dengan Kristo Blasin. Itu karena Jefri Riwu Kore masih tercatat sebagai anggoata partai Demokrat, dan kini sedang mewakili Demokrat di DPR RI.
Itu sebabnya sejumlah pengurus DPC Demokrat Kota Kupang dan DPD Demokrat NTT melirik sinis sikap PDIP dan Gerindra. Mereka menilai PDIP dan Gerindra telah mencaplok kader Demokrat. Apakah ini wujud ketidakmampuan PDIP dan Gerindra melahirkan kader?
“Oh,,, kita tidak mencaplok. Penetapan pak Jefri Riwu Kore itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan partai gerindra sebanyak dua kali. Sekali lagi,,, ini merupakan bagian dari survei tahap pertama dan tahap kedua. Dalam survei ini kami menemukan masyarakat menghendaki partai politik bisa menjalankan peran, tidak hanya sebagai dapur untuk menyiapkan calon pemimpin, tapi juga menjalankan fungsi dan presentase. Dimana keputusan yang diambil oleh Gerindra mencerminkan keputusan dari masyarakat. Oleh karena itu kita tidak main caplok-caplokan. Ini murni hasil survei dan surat-surat dukungan yang kami terima dari masyarakat,” imbuh Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi NTT, Gabriel Bire Binna saat ditanya sergapntt.com saat Partai Gerindra mengadakan jumpa wartawan di ruang kerja Wakil Gubernur NTT, Jumat (6/1/12) lalu.
Sedangkan soal Kristo Blasin, lanjut Bire Binna, itu pilihan dan keputusan Jefri Riwu Kore. “Dalam menentukan calon wakil walikota kupang, Gerindra berprinsip tidak mengintervensi keputusan para calon walikota dan wakil walikota dalam menentukan pasangannya. Karena apabila terpilih, mereka berdualah yang menjalankan suka duka pemerintahan selama lima tahun,” ujarnya.
By. CHRIS PARERA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar