Jalan Usaha Tani Lederaga Terbengkalai


sergapntt.com [MENIA] – Jalan usaha tani di Desa Lederaga Kecamatan Hawu Mehara sepanjang enam kilo meter dari Dinas pertanian Kabupaten sabu Raijua tahun anggaran 2011 yang dikerjakan oleh CV Aktif Karya kini dibiarkan tanpa menyelasaikan pekerjaan yang ada.
Demikian disampaikan Kepala Desa Lederaga, Djadi Raga lewat telepon selularnya dari Mehara. Dikatakan pembangunan jalan ini selain tidak doselesaikan oleh kontraktor, material yang digunakan juga tidak sesuai dengan material yang seharusnya diperuntukan bagi pembangunan jalan Desa.
“Sebagai masyarakat kami disini bingung, mau samapikan ini kepada siapa lagi, karena ini sangat merugikan masyarakat. Kami berharap agar setelah membaca ini di Media kontraktor yang masih menyelsaikan pekerjaannya bisa pulang dan melanjutkan pekerjaan ini,”Ujarnya. Dikatakan, Jalan yang dikerjakan dengan anggaran sebesar 400 lebih juta ini harusnya sepanjang enam kilometer, namun oleh kontraktor baru ditimbun sepanjang krang lebih empat kilo meter.
Untuk itu dirinya berharap agar ada niat baik dari pada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya. “Jalan sepanjang enam kilo yang harus nya dikerjakan, itu baru sekitar empat kilo yang ditimbun tanah liat yang merah sehingga sekarang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor karena licin dan berlumpur jalan yang ditimbun itu juga belum diwalas, jadi hanya sekedera di timbun saja. bukan pakai sertu yang biasa di gunakan untuk perkerasan jalan tapi menggunakan tanah mereah sehingga kalau jalan dengan motor sangat licin dan sudah beberapa pengendara yang jatuh,”Ujarnya.
Diakuinya bahwa kondisi jalan itu sudah disamapikan kepada kepada Ketua DPRD Sabu Raijua Ruben Kale Dipa,SH untuk disamapikan kepada pemerintah supaya ada tindak lanjut. sebab pada akhir desember silam kontraktor bersama anak buahnya tiba-tiba menghilang dan tidak ada lagi di Lederaga. “memang secara lisan kita sudah sampaikan masalah ini kepada  Bapak Ketua DPRD yang kebetulan datang gereja bersama kita di Lederaga. nah para kontraktor ini ketika mereka datang kita kasih mereka rumah kosong untuk mereka tinggal sambil bekerja, saya sendiri sebagai kepala desa yang menyerahkan rumah itu buat mereka tempati. tapi akhr Desember lalu tiba-tiba mereka hilang dan kunci rumahnya juga mereka tidak kembalikan kepada saya,”jelas Djadi Raga.
Dijelaskan jalan sepanjang enam kilo yang masuk dalam proyek jalan tani tersebut adalah jalan lingkar desa yang juga merupakan jalan utama untuk mengakut hasil pertanian maupun hasil laut dari masyarakat menuju luar desa, sehingga dengan kondisi jalan yang ada saat ini masyarakat harus berhati-hati jika menggunakan kendaraan roda dua. “Dulu jalan ini tidak licin seperti sekarang tapi setelah ditimbun tanah malah menjadi seperti ini kondisinya, itu yang kita sesali. Untuk itu kita minta supaya Dinas pertanian bisa menindaklanjuti ini supaya kontraktor itu menyelasaikan pekerjaannya,”tambahnya.  Dikatakan, Jalan usahatani adalah prasarana transpotasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju ke tempat pengumpulan sementara.
By. EZ

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.