Jauhi KKN, Pemkab Sabu Raijua Mutasi Eselon III dan IV


sergapntt.com [MENIA] – Bertempat di Gereja Imanuel Menia Sabu Barat, Sabtu, (7/1/11) Bupati Sabu Raijua, Marthen L Dira Tome mengambil sumpah dan melantik pejabat yang akan menduduki posisi eselon III dan IV.
Marthen Dira Tome meminta para pejabat yang dilantik menjauhkan diri dari berbagai tindakan yang sangat dimusuhi aparat penegak hukum yakni praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
“Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, saya tegaskan agar dalam melaksanakan tugas, maka harkat dan martaat sebagai PNS harus selalu dijaga dan dipelihara. PNS harus mampu menjauhkan diri dari perbuatan yang sangat dimusuhi oleh aparat penegak hukum saat ini yaitu tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme,” tegasnya.
Dikatakan, dalam perjalanan Kabupaten Sabu Raijua selama satu tahun yang telah berlalu dibawah pemerintahan bupati dan wakil bupati, telah mencoba melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan mengandalkan konstelasi aparatur dan struktur organisasi yang terbawa sejak dibentuk dan diresmikannya Kabupaten Sabu Raijua.
Namun dalam perjalannannya struktur yang ada belum mampu menjawab tantangan yang sedang dihadapai oleh masyarakat.
“Artinya bahwa nafas dan roh dari otonomi daerah yang menghendaki agar terjadi layanan yang optimal, mudah, simpel dan sangat mudah dijangkau oleh masyarakat, namun hingga saat ini belum tercapai,” ujarnya.
Mutasi kali ini, katanya adalah sebagai upaya pengisian jabatan struktural eselon III dan IV sekaligus melakukan penyesuaian terhadap struktur organisasi sebagaimana amanah Undang-undang Otonomi Daerah Nomor 32/2004 dan PP Nomor 41/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
“Dengan demikian, mutasi yang dilakukan wajib dipahami semata-mata hanya untuk kepentingan kedinasan tanpa diwarnai atau ditaburi muatan kepentingan politik sebagaimana yang kita dengar dan kita lihat terjadi di daerah lain. Birokrasi harus mampu memproteksi diri agar tidak tercemar atau ternodai dengan kepentingan politik,” tegasnya.
Selain itu, mutasi juga merupakan usaha pimpinan untuk memperluas wawasan, pengalaman serta kemampuan aparatur. Selain itu dalam rangka penyegaran suasana serta peningkatan kinerja suatu organisasi. Untuk itu, maka jabatan yang ada harus dimaknai sebagai anugrah Tuhan dan kepercayaan pimpinan yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan penuh keikhlasan.
“Saya harapkan agar jangan ada yang merasa tidak nyaman atau tidak puas karena di mutasi kali ini dan tidak sesuai dengan harapannya. Teman dekat atau kerabat tidak berarti diperlakukan atau diberikan skala prioritas tanpa pertimbangan rasional. Untuk menggapai puncak tertinggi, maka tidak dilakukan dengan cara meloncat tapi harus dengan melangkah dan memanjat. Untuk itu, jika ada yang merasa belum diberi kesempatan saat ini, maka itu harus dimaknai sebagai kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan diri sehingga nanti, ketika tiba saatnya saudara dipercayakan untuk sebuah jabatan yang lebih tinggi, maka saudara telah memiliki amunisi yakni pengetahuan dan kompotensi,” katanya.
Ia mengatakan, Sabu Raijua harus dibangun dan diurus agar tumbuh mekar dan merangkak maju menjadi kabupaten yang inovatif maju dan bermartabat seturut dengan visi dan misi yang diemban saat ini.
By. HL

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.