Kota Ende Siaga DBD


sergapntt.com [ENDE] – Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai merangsek ke Kota Ende. Karena  itu Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mulai gencar sosialisasi meminta warganya untuk waspada. Sebab, saat ini Kota Ende telah ditetapkan sebagai daerah siaga Demam Berdarah Dengue (DBD).
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Agustinus Ngasu di ruang kerjanya, belum lama ini.
Agustinus mengatakan, jika sebelumnya daerah rawan hanya kawasan tertentu, saat ini seluruh wilayah kota dinyatakan rawan DBD. Selain berhubungan erat dengan masalah sanitasi atau kebersihan lingkungan, krisis air yang melanda Kota Ende juga punya andil terhadap munculnya penyakit tersebut.
“Air sekarang susah, sehingga masyarakat tampung air di wadah-wadah seperti bak, drum, ember, dan lainnya. Air tampungan biasanya menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk DBD ”, ungkap Agustinus.
Dikatakannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende sebagai pelaksana teknis di lapangan telah menyiapkan antisipasi penanganan jika terjadi wabah DBD. Persedian obat untuk pencegahan DBD seperti abate mencukupi.
Agustinus mengimbau agar masyarakat membersihkan lingkungan yang kotor dan menutupi wadah tampungan air secara baik. Ia juga mengingatkan masyarakat jika mengalami gejala DBD, secepatnya memeriksakan diri kepada petugas medis dan mendatangi sarana kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. “ Hingga saat ini belum ada laporan dari RSUD Ende maupun puskesmas tentang penyakit yang menonjol, baik diare maupun DBD, ”ujarnya.

Selain DBD, kata Agustinus, Kabupaten Ende secara keseluruhan merupakan daerah endemik malaria. Wilayah yang paling tinggi masyarakatnya diserang malaria adalah Kecamatan Nangapanda. Di Nangapanda sarang nyamuk malaria berada di muara sungai. “ Mungkin di wilayah lain penyakit malaria juga tinggi, tapi belum dilakukan penelitian, kalau di Nangapanda indikatornya jelas, sebab sebelumnya telah ada penelitian dari Fakultas Kedokteraan Universitas Indonesia,” katanya. Ia menambahkan penyakit malaria yang dominan diderita masyarakat Ende, yakni malaria Vivax.

By. AD

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.