sergapntt.com [MENIA] – Kawasan pertanian Lobobali di Desa Bodae Kecamatan Sabu Timur yang memiliki luas lahan mencapai 200 hektare, kini mulai dioptimalkan kembali setelah sekian lama dibiarkan tidak diolah. Masyarakat petani kembali bergairah untuk mengolah lahan berpotensi itu setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua melalui Dinas Pertanian menurunkan bantuan traktor untuk membantu masyarakat mengolah lahan yang ada.
Kepala Desa Bodae, Dominggus Ratu Djano menjelaskan, kawasan Lobobali merupakan lumbung pertanian bagi masyarakat Desa Bodae dan beberapa desa sekitarnya. Namun karena keterbatasan tenaga untuk melakukan pengolahan secara besar-besaran, maka banyak lahan yang dibiarkan begitu saja oleh pemilik maupun masyarakat penggarap.
“Setelah pak bupati turun dan melihat langsung kawasan pertanian ini, maka beliau langsung menyuruh saya untuk mengumpulkan semua masyarakat pemilik dan penggarap untuk bertemu dengan beliau. Dalam pertemuan tersebut pak bupati meminta ketegasan kita apakah mau serius jika pemerintah menurunkan peralatan untuk melakukan pengolahan. Setelah semua mengatakan setuju, maka Dinas Pertanian langsung menurunkan traktor basar kesini,” jelas Dominggus.
Selain bantuan traktor, pemerintah juga telah mengalokasikan dana untuk pembangunan saluran irigasi serta membangun bendungan kecil untuk menampung air guna dimanfaatkan para petani pada saat menanam di musim kemarau nanti.
Selain bantuan peralatan pertanian, pemerintah juga akan membantu masyarakat dengan bantuan bibit, pupuk maupun pestisida bagi petani.
“Sekarang saluran irigasinya sudah selesai dibuat. Demikian juga dengan embung kecil sudah bisa menampung air hujan tahun ini. Dengan demikian, maka masyarakat sudah bertekad setelah panen musim hujan, mereka sudah siap untuk menyukseskan program kebun rakyat mandiri atau menanam pada musim kemarau,” tambahnya.
Diakui, dikawasan tersebut sebenarnya sudah ada sumur bor, namun karena perawatannya yang tidak terjaga, sehingga tidak bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi para petani.
Dikatakan, Lobobali bisa dijadikan lumbung pangan bagi Kabupaten Sabu Raijua jika diolah secara besar-basaran, karena memiliki luas lahan yang cukup besar dan subur.
“Sumur bor yang ada tidak terlalu maksimal, karena perawatan mesinnya juga tidak terlalu bagus. Selain itu, masyarakat pada waktu lalu mengalami kesulitan bahan bakar. Dulu daerah ini menjadi kawasan pertanian untuk Kecamatan Sabu Timur dan yang memiliki lahan disini bukan hanya warga Desa Bodae, tapi juga warga dari beberapa desa tetangga,” katanya.
Saat ini kata Dominggus, masyarakat sudah memagari lokasi pertanian supaya aman dari ternak masyarakat yang berkeliaran. “Di sekeliling pagar itu kita tanam dengan tanaman umur panjang seperti jati, mahoni dan terangbesi. Hijauan makanan ternak juga kita tanam disekekliling pagar, sehingga lokasi pertanian ini benar-benar aman dari ternak masyarakat,” tambah Dominggus.
By. ED
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar