“Main Mata” PDIP-Gerindra


sergapntt.com [KUPANG] – Teka-teki koalisi PDIP-Gerindra belum juga terjawab. Partai yang sedang dipimpin oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si ini masih merahasiakan siapa yang bakal diusung sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota dalam Pemilukada Kota Kupang periode 2012-2017.
Permainan politik menuju kursi 1 dan 2 di Kota Kupang selalu panas kendati masih dimainkan oleh para pemain lama.  Memasuki tahun baru ini, semangat merebut kekuasaan masih berkutat pada politik saling menyandera dan politik barter, serta gesekan antar parpol sebagai warming-up menuju gelanggang Pemilukada Gubernur-Wakil Gubernur NTT tahun 2013 dan Pemilihan Presiden 2014.
Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Apalagi PDIP NTT baru mengusulkan 3 paket calon ke DPP PDIP untuk ditetapkan sebagai calon walikota dan wakil walikota, yakni Jefri Riwu Kore-Kristo Blasin, Harry Theofilus-Epy Seran, dan Gustaf Oematan-Sely Tokan.
Begitupun dengan DPD Gerindra NTT yang mengusulkan paket Jefri Riwu Kore-Kristo Blasin, Lay Ndjarandjoera-Rodialek Pollo, Ny Jovita Mitak-Anthonius Nathun, Gustaf Oematan-Selly Tokan, dan Hendrik Benu-Yahidin Umar.
Itu sebabnya, soal siapa yang ditetapkan oleh DPP, baik Frans maupun Esthon masih menunggu keputusan DPP. Toh begitu komunikasi politik yang terjadi selama ini bisa saja mementahkan semua alasan yang dibeberkan keduanya.
PDIP dan Gerindra beralasan perengkingan penetapan calon yang diusulkan ke DPP berdasarkan hasil survei dan fit and proper test. Itu sebabnya, Jefri Riwu Kore-Kristo Blasin berada di nomor urut satu. Karena keduanya mendulang angka survei paling tinggi. Sayang, penetapan paket Jerfi Riwu Kore-Kristo Blasin ini tidak disenangi oleh semua pengurus dan simpatisan PDIP. Sebab, kata sejumlah pengurus PDIP, figur PDIP yang paling diminati rakyat Kota Kupang sesungguhnya adalah Epy Seran, bukan Kristo Blasin. Lagi pula Kristo Blasin sejak awal tidak berkeinginan maju sebagai calon walikota atau calon wakil walikota. Namun nasi sudah menjadi bubur. Suka tidak suka, rakyat, pengurus dan simpatisan PDIP, termasuk Kristo Blasin harus menerima keputusan DPP PDIP. 
“Kita hanya sebatas mengusulkan. Sedangkan yang menetapkan adalah DPP,” ujar Lebu Raya saat ditemui sergapntt.com di Kantornya, belum lama ini.
Namun gonjang-ganjing menyebutkan PDIP dan Gerindra sebenarnya telah menetapkan Jerfri Riwu Kore dan Kristo Blasin sebagai calon walikota dan wakil walikota. Jefri dijagokan oleh Gerindra dan Kristo mengemban amanat DPD PDIP. Itu sebabnya, sebagian pengamat menilai, pengusulan paket calon walikota dan wakil walikota ke DPP hanya formalitas. Karena koalisi ini merupakan titik start kebersamaan Frans dan Eston (FREN) menjajal dunia politik hingga FREN jilid II terwujud di Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018 mendatang. Bisa iya, bisa juga tidak. Sebab versi lain menyebutkan PDIP-Gerindra akan mendorong Gustaf Oematan dan Sely Tokan. Gustaf merupakan figur yang diminat kelompok Persatuan Orang Timor (POT) yang disokong partai Gerindra, sedangkan Selly adalah adik kandung Frans Lebu Raya yang juga memiliki kans menang di Pemilukada Kota Kupang.
“Kita usahakan minggu depan sudah ada kejelasan, paket mana yang akan kita usung, dan dengan partai mana saja kita berkoalisi,” ujar Esthon saat ditanyai sergapntt.com di ruang kerjanya, Jumat (6/01/12).
Menurut Eston, pengusulan paket Gerindra ke DPP merupakan hasil survei dan fit and proper test yang dilakukan Gerindra. “Soal paket mana yang ditetapkan, itu semua kewenangan pusat. Soal peluang, semua punya peluang. Nomor satu tidak menjamin bahwa nanti mereka yang ditetapkan. Gerindra akan menunjukan eksistensinya dalam kapasitas sebagai partai politik. Eksistensi itu menyangkut jati diri dan harga diri. Ya,,,kita harapkan, minggu depan semua sudah beres. Gerindra tetap bekerja sesuai mekanisme dan aturan,” imbuhnya.
Sesungguhnya, kata Eston, Gerindra dan PDIP sudah sepakat berkoalisi menghadapi pemilukada Kota kupang. Kala itu PDIP dan Gerindra berencana mengusung Ed Foenay dan Kristo Blasin. Namun karena Ed Foenay meninggal akibat sakit, maka koalisi ini kembali membuka ruang diskusi.  
“PDIP dan Gerindra sudah koalisi. Dan itu,,,, masih tetap sampai sekarang. Yang meninggal itu kan orangnya, partainya tidak kan? Karena itu, koalisi ini tetap.  Tidak ada yang berubah. Tapi siapa yang akan kami usung, sekarang masih dalam taraf negoisasi,” paparnya.
Koalisi PDIP-Gerindra diisyaratkan juga oleh Frans Lebu Raya. “PDIP selalu terbuka, termasuk berkoalisi dengan Gerindra,” ucap Lebu Raya.

By. CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.