sergapntt.com [ATAMBUA] – Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Kabupaten Belu, Daniel Yos Bria membantah dengan tegas sejumlah informasi yang menyebutkan bahwa rekrutmen dan seleksi tenaga operator E-KTP tertutup dan banyaknya keluarga pejabat yang lolos sebagai tenaga operator. Padahal, banyak tenaga operator yang lolos tidak memenuhi kriteria dan kemampuan soal komputer dan informasi teknologi (IT).
“Informasi itu tidak benar karena semua proses rekrutmen dan seleksi telah dilakukan secara benar,” bantah Daniel Yos Bria ketika dihubungi, Sabtu (7/1/12) melalui telepon selularnya.
Dia mengatakan, pihaknya dalam rekrutmen telah melakukannya sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak ada sebagaimana diinformasikan kepada wartawan atau publik.
Dikatakan, dalam proses rekrutmen langsung dilakukan pihak kecamatan, kemudian pihak kecamatan mengirim nama-nama ke Dinas Capilduk untuk diseleksi.
Dalam proses seleksi, pihaknya kemudian menetapkan 72 orang sebagai tenaga operator E-KTP yang nantinya akan ditugaskan di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Belu.
“Rekrutmen tenaga operator E-KTP oleh pihak kecamatan dan kami hanya seleksi siapa yang ditetapkan,” paparnya.
Dari nama-nama yang diseleksi sesuai usulan kecamatan akan ditetapkan dan tugaskan di kecamatan masing-masing, sehingga informasi yang menyebutkan banyak keluarga pejabat pada dinasnya maupun luar dinasnya sangat tidak benar.
“Sangat tidak benar kalau kebanyakan keluarga pejabat. Semua berasal dari kecamatan masing-masing. Dari mana anak pejabat masuk,” tanyanya.
Mantan Kabag Sosial Setda Belu itu mengutarakan, informasi yang menyatakan rekrutmen secara tertutup juga tidak benar. Pasalnya, dilakukan di kecamatan-kecamatan, bukan langsung melalui pihaknya. Karena dari kecamatan-kecamatan, maka tidak ada pengumuman tidak dilakukan secara luas kepada publik.
Dijelaskan, pada prinsipnya semua rekrutmen dan seleksi telah dilakukan secara ketat dan memenuhi syarat yang ditentukan. Sebab, operator berurusan dengan komputer dan IT.
Dalam seleksi bilangnya, para peserta diuji soal kemampuan dasar berkomputer dan kemampuan dasar menguasai informasi teknologi. Karena itu sangat tidak benar kalau yang dinyatakan lolos tidak mempunyai kualifikasi soal komputer dan IT. “Semua sudah kami uji satu persatu dari 72 tenaga operator. Mereka semua cakap soal komputer dan lainnya. Dalam pengujian kami lebih menekankan soal kemampuan komputer dan jaringan. Kami tes mereka soal microsoft office excel maupun word dengan durasi waktu yang terbatas. Jika bisa itulah yang kami ambi. Karena itu tidak benar informasi itu,” paparnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga kuat adanya permainan dalam seleksi tenaga operator E-KTP. Menurut informasi, ada beberapa kejanggalan dalam proses itu di mana rekrutmen tertutup, kualifikasi atau kompetensi tenaga operator tidak sesuai dan lebih banyak anak pejabat yang lolos seleksi tenaga operator.
By. ATB
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar