sergapntt.com [KUPANG] – Teka-teki siapa yang bakal keluar sebagai bakal calon Walikota Kupang dari Partai Golkar akhirnya terjawab. Walaupun sempat mendapat perlawanan cukup serius dari Paul Liyanto, anggota DPD RI daerah pemilihan NTT. Dewi Fortuna kelihatannya masih berpihak kepada Daniel Adoe. Kemungkinan besar, Daniel Adoe akan ditetapkan sebagai bakal calon Walikota Kupang dari Partai Golkar.
“Kami sedang rapat penetapan bakal calon Walikota Kupang yang akan diusung DPD Partai Golkar Kota Kupang. Kelihatannya, Daniel Adoe cukup mendapat apresiasi positif dari kalangan pengurus DPP dan DPD Partai Golkar NTT serta DPD Partai Golkar Kota Kupang,” ungkap sumber sergapntt.com yang merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar melalui pesan singkat.
Daniel Adoe dalam survey Partai Golkar, mendapat rangking pertama dengan persentase dukungan sekitar tiga puluh (30) persen. Berdasarkan hasil survey tersebut, akhirnya ditetapkan Daniel Adoe. Berada di urutan kedua adalah Jefry Riwu Kore, yang mendapat apresiasi dukungan sekira dua puluh (20) persen. Selanjutnya Yonas Salen dengan dukungan sekitar sepuluh (10) persen kemudian bakal calon lainnya yang mendapat dukungan dibawah sepuluh persen. “Penetapan Daniel Adoe berdasarkan hasil survey yang dilakukan DPP Partai Golkar bukan karena Daniel Adoe sebagai incumben,” tandas sumber tersebut.
Salah seorang pengurus DPD Partai Golkar NTT, Mohammad Ansor yang dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan hal tersebut. Bahkan Dirut Novanto Center memastikan malam ini sedang digelar rapat di DPP Partai Golkar. “Betul di DPP sedang rapat dan keputusan Golkar sudah bisa dipastikan pasangan Daniel Adoe-Daniel Hurek yang akan diusung ke Pemilukada Kota Kupang,” tandas Ansor, demikian panggilan akrabnya.
Dengan ditetapkannya Daniel Adoe-Daniel Hurek, itu berarti peluang Paul Liyanto-Yos Mamulak menuju ring Pemilukada Kota Kupang tertunda. Paul Liyanto sebenarnya masih memiliki kans yang cukup besar. Sayang, lobby politiknya tidak bisa memenangkan pertarungan di jajaran penggurus DPP. “Jaringan Paul Liyanto tidak sekuat link yang dipakai Daniel Adoe, sehingga akhirnya Paul Liyanto harus akui kepiawian politik Daniel Adoe,” ungkap salah seorang penggurus DPP Partai Golkar yang mewanti-wanti supaya namanya tidak disebutkan.
By. JES BALLE
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.



Tinggalkan komentar