sergapntt.com [KUPANG] – Bankers Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur ( NTT) diharapkan bisa menjadi Teknikal Asisten Financial konsultan untuk Pemerintah Daerah (Pemda). Sehingga mampu menawarkan solusi bagi pemerintah, bagaimana membangun wilayah secara ekonomi.
“Bankers BPD harus bisa menjadi teknikal asisten financial konsultan, atau konsultan keuangan bagi pemda. Nah,,, ini yang belum dimanfaatkan. Bagaimana kita bisa menjadi konsultan keuangan untuk pemda? Kita harus belajar dan mengerti struktur APBD, maupun APBN. Kita juga harus pelajari tantangan apa-apa saja yang dihadapi NTT,’ ujar Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo saat ditemui sergapntt.com di ruang kerjanya, Rabu (11/01/12).
Dia menguraikan contoh menjadi seorang konsultan keuangan pemda, “Misalnya pemda ditawari ada satu lokasi tambang. Setelah diteliti, oh ternyata ada kandungannya. Sementara,,, biaya ekploitasi dan eksplorasi tambang sangat mahal. Misalnya pemda diminta untuk memasukkan Rp7 triliun agar bisa menjadi pemegang saham. Pemda lalu bilang, wah saya tidak punya duit. Tapi,, sebagai konsultan keuangan pemda, saya lalu bilang, bisa pak. Koq bisa? Bisa pak! Bagaimana caranya? Kan aset BPD NTT hanya 5,6 Triliun. Betul pak, aset BPD NTT memang hanya 5,6 Triliun. Tapi bisa pak! Caranya? Ya,,, saya ajak semua BPD dari seluruh Indonesia. BPD seluruh Indonesia ini kemudian akan mengeluarkan bank garansi. Setelah konsultan pertambangan ajukan proposal, dan kita nilai layak, maka kita terbitkan bank garansi untuk pemda NTT. Lalu,, Pemda NTT akan tunjukan bank garansi ini ke konsorsium pertambangan. Ini pak ada bank garansi. Kita ikut! Nanti,,, untuk biayai eksploitasi, eksplorasi itu bertahap sesuai proyek planning-nya. Setelah semua eksplorasi selesai, dan sudah masuk ke tahap produksi, baru Pemda cicil ke BPD menggunakan hasil tambang itu”.
Sesungguhnya, lanjut Tagu Dedo, pengelolaan keuangan daerah telah ada aturan perundang-undangannya. Dan, itu beliau-beliau di pemda jauh lebih jago. Tapi sebagai konsultan keuangan pemda, bankers BPD harus bisa menawarkan solusi bagaimana membangun wilayah secara ekonomi. Iya kan? Kita lihat kita di NTT ini, orang lebih banyak bicara politik daripada ekonomi. Padahal kita dituntut untuk membuat planning kekuatan ekonomi yang komprehensif.
By. CHRIS PARERA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar