sergapntt.com [KUPANG] – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak asing lagi di telinga wisatawan manca negara. Apalagi orang Indonesia. Itu Karena NTT memiliki potensi alam yang eksotis, yang sayang jika dilewatkan. Terutama keindahan dunia pariwisatanya.
Selain dilalui jalur gunung berapi, NTT memiliki segudang rahasia alam yang selalu mengumbar keajaiban. Sebut saja binatang langka Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, taman laut 17 Pulau Riung yang lengkap dengan panorama indah bawah lautnya di Kabupaten Ngada, danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Taman Laut Maumere di Kabupaten Sikka, keindahan pantai-pantai di Kabupaten Flores Timur, berburu Ikan Paus di Kabupaten Lembata, indahnya taman laut di Kabupaten Alor, Pasola (perang berkuda) di Pulau Sumba, keunikan cara hidup penduduk di Pulau Timor yang tak lepas dari rumah bulat dan kain tenun khas Timor, keindahan ombak dan pantai Nembrala di Kabupaten Rote Ndao, serta kemampuan bertahan hidup yang dilakoni masyarakat Kabupaten Sabu Raijua.
Karena itulah, Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Daniel Tagu Dedo menjuluki NTT sebagai surga baru di Indonesia Selatan.
“Potensi ini yang mesti kita garap. Mari kita buat sesuatu tapi sangat berarti bagi perekonomian NTT. Saya pernah usulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab), mari kita buat Desa Wisata. Kita buat homestay sederhana yang terbuat dari bahan lokal, seperti dari bebak dan ilalang, lengkap dengan air bersih dan sarana MCK (Mandi Cuci Kakus). Karena wisatawan datang ke NTT ini, bukan mau cari kemewahan. Yang mereka cari adalah keindahan dan kenyamanan berwisata,” ujar Tagu Dedo saat ditemui sergapntt.com di ruang kerjanya, Rabu (11/01/12).
Untuk itu, lanjut Tagu Dedo, NTT mesti punya lembaga seperti NTT Tourism World. Dan yang mengelola wadah ini mesti orang yang ahli dibidangnya, plus berwawasan internasional. Biaya darimana? Dari Bank NTT. Pasti, kita dukung itu. Lalu pemerintah? Pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan regulator. Kalau kita jalan bersama, maka saya yakin NTT akan berubah dalam waktu nyang tidak lama.
By. CHRIS PARERA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar