sergapntt.com [KUPANG] – Guna meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kredit mikro kepada masyarakat pedesaan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membuka unit pelayanan bank di semua kecamatan di NTT.
“Tahun (2011) lalu, kita telah membangun 35 unit. Itu tersebar di sejumlah wilayah di NTT. Sedangkan tahun ini, kita akan tambah lagi 15 unit,” ujar Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Daniela Tagu Dedo saat ditemui sergapntt.com di ruang kerjanya, Rabu (11/01/12).
Menurut dia, pembangunan unit pelayanan Bank NTT akan disesuaikan dengan jumlah kecamatan di NTT, yakni sebanyak 289. Fisik kantor unit pun tidak besar-besar, ukuran maksimal hanya 6 x 15 meter.
Selain membuka 15 unit pelayanan di tahun 2012, langkah strategis prioritas lain yang bakal dilakukan manajemen Bank NTT di awal tahun ini adalah penguatan struktur permodalan melalui penjualan saham di pasar modal tahun 2012, meningkatkan citra Bank NTT melalui repositioning image corporate; memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan, antara lain standarisasi ISO 9001 untuk semua aktivitas, termasuk teller dan customer service dan pengembangan produk/jasa bank.
“Kita akan audit, mulai dari visi, misi sampai ke tingkat Standar Operasional Prosedur (SOP). Setelah itu, kita akan buat transformasi keuangan, pelanggan, internal proses (SOP), dan learning proses (SDM). Kita akan buat standar internasional dengan budaya lokal menuju ISO 9001 untuk semua aktivitas,” tegasnya.
Soal target 2012, Tagu Dedo menjelaskan, tetap selaras dengan dua grand target Bank NTT, yakni Pertama; berperan aktif dalam program penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di NTT. Wujudnya melalui pembiayaan usaha produktif pada skala usaha mikro, kecil dan menengah. Dan, Kedua; mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan infrastruktur pelayanan publik dan industrialisasi komoditi unggulan daerah.
Untuk mencapai dua grand target itu, Tagu Dedo menyebut delapan kebijakan umum yang ditetapkan Direksi Bank NTT, yakni (1) Penguatan struktur sumber dana. Hal ini untuk memitigasi terjadinya maturity miss-match dalam pengelolaan dana melalui penerbitan obligasi dan atau instrumen keuangan berjangka menengah dan panjang. Selain itu, meningatkan penghimpunan sumber dana tabungan, deposito dan giro non pemda. (2) Revisi kebijakan perkreditan. Disesuaikan dengan struktur sumber dana yang dimiliki dan potensi ekonomi unggulan di NTT. (3) Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM. Disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dinamika bisnis Bank NTT dengan fokus terciptanya sales culture, nilai-nilai korporasi, prinsip-prinsip perbankan yang sehat dan good corporate governance (GCG). (4) Perluasan jaringan pelayanan di kecamatan dan desa berpotensi di NTT. (5) Pengembangan sistem aplikasi pelayanan operasional. (6) Standarisasi sistem pelayanan operasional. (7) Standarisasi gedung kantor cabang pembantu dan kantor kas, dan (8) Peningkatan penggunaan tools internal control dan risk management dalam rangka meningkatkan budaya kepatuhan kepada peraturan.
“Pengentasan kemiskinan mesti masif dan intensif. Kami bersyukur pak Gubernur NTT (Drs. Frans Lebu Raya) sudah membuka jalan dengan program “Desa Anggur Merah”-nya. Bagi Bank NTT, program ini adalah laboratorium pengkreditan mikro. Karena itu, Bank NTT akan memback up-nya. Program ini bagus. Ini mesti kita dorong. Apalagi, ini pertama kalinya rakyat kita menerima dana secara langsung tanpa ada potongan. Geliat ekonomi rakayat kita akan berkembang. Mari kita dukung,” ucap Tagu Dedo seraya mengajak seluruh komponen masyarakat NTT mendukung “Anggur Merah”.
By. CHRIS PARERA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar