FPI Bikin Ulah Lagi


sergapntt.com [Jakarta] – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya melaporkan Front Pembela Islam (FPI) ke Polda Metro Jaya atas ulah mereka yang melempari Kemendagri saat melakukan aksi unjukrasa di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin.


“Urusan dalam Kemendagri sudah lapor kemarin dan sudah diterima 3 saksi yang sudah diperiksa,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, Jumat (13/1/2012).

Baharudin mengatakan, dari keterangan tiga saksi ini akan dikembangkan dalam penyelidikan. Sementara polisi menghimpun rekaman-rekaman aksi anarkis tersebut.

“Kita tetap akan memproses pidana ini. Ini penting. Kita tidak tahu apakah aksi itu hanya dari FPI, atau ada unsur lain,” imbuhnya.

“Tapi kemarin, FPI juga sudah menyatakan, kalau memang ada oknum di dalamnya, silakan ditindak,” sambungnya.

Massa dari FPI dan Forum Umat Islam (FUI) berdemo di depan kantor Kemendagri, Kamis (12/1/12) kemarin. Massa kemudian melempari gedung Kemendagri dengan batu dan telur busuk.

Atas insiden itu, FPI telah menyampaikan permintaan maaf dalam pertemuan dengan pihak Kemendagri yang difasilitasi oleh kepolisian.

“Kemarin sore, FPI secara resmi minta maaf di sana, saya hadir di sana. FPI yang Datang diwakili dewan suro datang dalam pertemuan bersama Kemendagri,” tukasnya.

Hari ini, katanya FPI akan bertemu kembali dengan Kemendagri guna membahas pembatalan Perda Miras. FPI menolak keras pembatalan Perda Miras itu. Sementara itu, tim advokasi FPI, Munarman yang dihubungi secara terpisah melauli telepon genggamnya tidak dapat dikonfirmasi.

Atas insiden tersebut sejumlah warga Jakarta menanggapi sinis terhadap keberadaan FPI. Organisasi yang bernaung dibawah embel-embel agama itu dinilai hanya meresahkan masyarakat selama ini. Untuk itu mereka meminta FPF segera dibubarkan.
“Enakan zaman Soeharto, organisasi kriminal kayak gini ga ada. Ancaman koq dipiara. Apa macam ne polisi, koq dibiarin. FPI hanya buat ulah aja,” ujar Eto, warga Jakarta Barat.
By. FR/DN  

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.