sergapntt.com [KUPANG] – Maria Loretha, seorang perempuan asal Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berprofesi sebagai petani meraih penghargaan NTT Academia Award 2011. Ia dinobatkan masuk kategori sains/basic science/engineering karena mampu mempelopori hadirnya bank benih untuk memenuhi kebutuhan benih para kelompok tani di Adonara, seperti benih Sorgum, Jelai, Padi Hitam, Wijen, dan lain sebagainya.
Selain pelopori bank benih, Loretha juga aktif mengolah pangan lokal menjadi pangan ringan kering. Ia mengolah jagung pulut menjadi kripik, pisang menjadi pisang sale, kue kering dari tepung sorgum, chips ikan, dll. Semua makanan ringan kering ini hanya diproduksi pada saat musim panas, dengan mengandalkan panas matahari.
Sementara kategori Humaniora/Sastra disabet Agus Dapa Loka, Penulis Novel Perempuan Bermata Saga. Ia adalah Guru Bahasa Indonesia di SMA, dan kisah dalam novel ini merupakan kisah nyata tentang perjuangan perempuan-perempuan perkasa dalam hidupnya, ketika ia harus merelakan kakinya diamputasi.
Sedangkan kategori Enterpreneurship diraih Bobby Koamesah, seorang dokter (Manusia) yang memiliki hobby beternak babi. Ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki ‘dikawinkan” dengan kesenangan dan keinginan berwirausaha membangun NTT, dengan menghabiskan waktu luang, terutama di sore hari dengan mengurus Peternakan dan Pabrik Pakan.
dr. Bobby Koamesah saat ini juga sebagai Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Ia optimisme bakal mengangkat kemakmuran rakyat NTT melalui usaha yang dilakukan saat ini. Setidaknya punya harapan mengembalikan NTT sebagai propinsi ternak.
Selain menerima piagam NTT Academia Award 2011, para pemenang juga diberikan suntikan uang sebesar Rp5 juta.
“NTT Academia Award” adalah penghargaan tahunan yang hendak dicitrakan dan dimaknai sebagai penghargaan prestasi akademik tertinggi yang dicapai oleh para academia NTT. Analogi sederhananya adalah NTT Academia Award adalah penghargaan tahunan “Nobel” alternatif bidang pendidikan tinggi level Provinsi NTT
Hadir dalam penyerahan NTT Academia Award kali ini, para seniman yang tergabung dalam Rumah Poetika dan ANBI (Anak NTT Bermusik Indipenden), aktivis ornop, akademisi di NTT dan para tokoh agama di Kupang.
Tentang NTT Academia Award 2011, menurut Candra Dethan, Ketua Panitia NTT Academia Award 2011, kegiatan memberikan NTT Academia Award ini merupakan usaha untuk tetap mempertahankan jati diri manusia NTT yang senantiasa berjuang meskipun ada dalam kesulitan hidup.
Salah seorang musisi NTT, Ivan Bartels yang juga turut hadir dalam acara pemberian NTT Academia Award 2011 mengatakan, “Idenya keren, kegiatan semacam ini merangsang masyarakat untuk berbuat lebih, dan penting penghargaan buat orang-orang yang berjasa besar bagi NTT serta dengan hal ini pemerintah hrs mulai membuka mata dan lebih peka agar ke depannya jangan sampai orang-orang berpotensi di NTT pergi ke luar daerah karena merasa tidak punya tempat berkarya di rumah sendiri”.
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar