sergapntt.com [Kupang] – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie mengatakan, Partai Golkar sangat menghormati keberagaman dan kebebasan dalam kehidupan berbangsa di Indonesia.
“Partai Golkar akan selalu taat dan melanjutkan amanat para pendiri bangsa ini, terkait kehidupan kebangsaan yang beranekaragam,” ujar Aburizal dalam kata sambutannya pada acara Natal Nasional Partai Golkar di Gedung Olahraga Flobamora Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/1/12).
Politisi yang akbrab disapa Bang Ical tersebut mengaku, negara Indonesia dibangun dengan sebuah kebersamaan yang utuh dan kokoh dari fenomena keberagaman dan kebhinekaan suku, agama dan golongan. Karena itu, menjadi penting jika nilai itu harus bisa dilanjutkan oleh setiap anak bangsa dalam perjalanan pembangunan bangsa dan negara.
Mantan Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI itu juga mengatakan, Negara Indonesia bukan merupakan negara agama, namun demikian agama harus tetap menjadi nilai penting dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Agama di posisi pentingnya dalam penyelenggaraan pembangunan bangsa dan negara, harus dijadikan sebagai nilai moral dan motivasi bagi setiap anak bangsa dalam melaksanakan pembangunan di negara ini.
“Dengan tema Natal Nasional ‘Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, saya berharap setiap kader Gokar di seluruh Indonesia, khususnya di NTT, bisa menjadi terang bagi orang lain, dalam memberikan ketenangan yang lebih baik. Dalam kegelapan, jangankan teman, bayangan kita seindiri pun tidak terlihat, karena berlalu dari diri kita,” imbuhnya.
Untuk itu, lanjut dia, tidaklah pantas setiap kader Partai Golkar menangisi kegelapan yang sedang dialami, tetapi terus berusaha untuk mencari, dan bahkan harus menjadi pelita bagi orang lain.
“Jadilah terang bagi diri, sesama, daerah, bangsa dan negara untuk kepentingan bersama seluruh rakyat,” pintanya.
Natal Nasional Partai Golkar kali ini dihadiri sejumlah tokoh nasional Partai Golkar, antara lain, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Akbar Tandjung, Theo L. Sambuaga, Fadel Muhammad, Idrus Marham, serta sejumlah kader partai dan simpatisan Partai Golkar.
By. AMA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar