Tiga Wanita Dibantai Tanpa Ampun


sergapntt.com [MANADO] – Tiga orang wanita, yakni Reni Helaha (40), Merry Helaha (27) dan Juliana Setai (20) dibantai tanpa ampun oleh Andre alias Oskar (16). Akibatnya, Merry Helaha (27) meninggal dunia. Sedangkan dua temannya menderita luka serius.
Pembantaian tersebut terjadi ketika Andre melakukan aksi perampok di rumah milik Roby Tendean, mantan bosnya, di  Kelurahan Tikala Kumaraka Lingkungan II,  Manado, Senin (17/1/2012).
Andre adalah mantan sopir rumah Roby Tendean yang telah diberhentikan 5 bulan yang lalu, karena keras kepala dan bersikap bengal.
Saat perampokan, Roby Tendean sedang tidak berada rumah. Itu makanya yang tertinggal di rumah hanya tiga orang pembantu, yakni Reni Helaha, Merry Helaha dan Juliana Setai. Tiga wanita inilah kemudian dijadikan oleh pelaku sebagai sandera, yang kemudian dianiaya.
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tampak serpihan pecahan kaca pintu depan yang didobrak untuk proses penyelamatan sandera, begitu juga pada teras rumah bagian depan tampak darah berceceran. Darah tersebut, menurut informasi, merupakan darah korban yang jatuh dari lantai dua rumah tiga lantai itu. Darah juga tampak membasahi tanah tempat ia jatuh.
Orangtua pemilik rumah, ketika diwawancarai menuturkan, ia tak menyangka bakal terjadi hal itu. Setahunya pelaku dahulu pernah bekerja sebagai sopir anaknya. Namun karena dinilai tidak baik, ia dipecat.
“Kita dengar dia ba kapala angin, makanya Roby pecat pa dia (Saya dengar dia keras kepala (berperangai buruk), karena itu Roby memecatnya),” katanya.
Selain Andre, polisi juga mengamankan seorang lelaki bernama Tony Usman, namun setelah di mintai keterangan, ternyata yang bersangkutan adalah sopir mobil seorang pelanggal Tikala Siatsu yang kebetulan berada di sekitar situ dan masuk bersama beberapa orang untuk melihat kejadian.
Acong (30) warga Kumaraka Lingkungan III mengaku, saat kejadian ia mendengar suara orang yang minta tolong berasal dari rumah mega berlantai 3 tersebut. Tiba-tiba dia ditelepon oleh saudaranya bernama Ichat yang telah melihat satu korban yang terjatuh dari lantai 2.
“Saya berada di lorong sebelah saat mendengar orang meminta tolong, saat ditelepon Ichat saya langsung datang dan mengecek bersamanya,” ujar Acong
Acong menceritakan saat dia di depan rumah yang berpagar tinggi tersebut, dia melihat korban  bernama Juliana Setai (20) terjatuh dari lantai 2 ke halaman depan rumah tersebut dengan tangan yang patah dan isi perut yang terburai.
“Satu jatuh dari atas ke halaman depan dengan usus yang keluar,”kata Acong.
Acong menambahkan saat dia dan warga lainnya memasuki rumah telah tergeletak korban kedua tergeletak di pintu utama rumah, sedangkan korban yang terakhir dia sudah tidak melihat karena warga lainnya dan pihak kepolisian yang telah mengangkat korban.
“Saya sudah tidak melihat korban terakhir karena saat itu saya telah ke rumah sakit Teling membawa korban,”katanya

Sesaat setelah kejadian, polisi bereaksi cepat. Unit Reskrim Poleresta Manado langsung mendatangi TKP, dan langsung meringkus Andre yang saat itu masih di TKP. Andre ditembak kaki kirinya saat  hendak melarikan diri melalui atap rumah bagian belakang.
By. ADE/TRIBUNNEWS.COM

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.