Dinas PP NTT Terjunkan Tim Pembasmi Hama Belalang di TTU


sergapntt.com [KUPANG] – Dinas Pertanian dan Perkebunan (PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Sabtu (14/1/12) lalu, telah menerjunkan tim pembasmi hama belalang kembara (Locusta migratoria) yang menyerang daerah perternakan dan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tim yang dilengkapi alat semprot dan obat anti belalang ini dipimpin oleh Kepala UPTD Proteksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas PP NTT, Haloman Tambunan.
“Tim ini bertugas membasmi, sekaligus menghentikan penyebaran hama ke tempat lain. Karena itu,  hingga sekarang  ini, tim masih berada di lapangan,” ujar Kepala Dinas PP NTT, Anis Tay Ruba saat ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya, Rabu (18/1/12).
Menurut Anis, hama belalang mulanya terdeteksi datang dari daerah perbatasan negara Timor Leste, dan padang pengembalaan ranch Australia. Jenis belalang ini memiliki tingkat regenerasi yang sangat cepat. Satu ekor induk bisa menghasilkan ribuan telur, dan dalam waktu singkat, telur-telur tersebut serentak menetas. Belalang ini juga dikenal sebagai hewan perusak.
Anis Tay Ruba
“Mayoritas koloni belalang masih berada di daerah padang rumput. Hanya sedikit saja yang menyerang lahan pertanian dan perkebunan warga. Walau begitu, para petani mengalami kerugian. Hasil deteksi di lapangan, terdapat 300-an tempat semai bibit padi yang diserang belalang. Karena itulah,,, kita akan berikan bantuan bibit bagi para petani yang menjadi korban serangan hama itu,” imbuhnya.
Sejauh ini, kata Anis, Tim Tambunan telah menemukan tujuh pusat koloni belalang yang masih stadia satu hingga tiga. Maksudnya, belalang-belalang ini belum memiliki sayap, dan masih mengandalkan lompatan.
“Kalau dia sudah punya sayap, maka kemampuan terbangnya bisa mencapai lima sampai sepuluh kilo meter. Kondisi inilah yang sedikit membantu kerja tim,” paparnya.
Untuk mengantisipasi menyebarnya hama ke wilayah lain di Pulau Timor, lanjut Anis, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Timor Tengah Utara (TTU) untuk sama-sama membasmi dan mengantisipasi datangnya hama belalang susulan.
“Kami sudah minta Pemkab Belu  untuk bersiaga di perbatasan. Supaya belalang tidak sampai masuk ke wilayah Belu. Termasuk TTS dan sekitarnya. Kita do’akan tim berhasil membasmi hama itu, dan jangan sampai ada koloni-koloni baru,” ucapnya, berharap.
By. CIS

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.