Siap Kalah atau Menang!


sergapntt.com [KUPANG] – Game politik selalu berakhir dengan kalah atau menang. Presentasinya 50:50. Konsekuensinya pun tak sedikit. Mulai dari finansial hingga urusan bathin jadi taruhan. Toh begitu, dr. Yovita Anike Mitak, M.PH tak pernah gentar. Bagi sosok perempuan yang akrab disapa dr. Niken itu, tantangan politik adalah pilihan yang sulit namun menarik minat. Kalah atau menang merupakan konsekuensi lumrah yang mesti diterima. Suka atau tidak,,!
Politik selalu penuh teka-teki. Tak ada yang pasti. Semua syarat dengan kemungkinan. Yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, dan yang mungkin bisa pula menjadi tidak mungkin. Sebab, politik adalah ilmu dan seni tentang kemungkinan.
“Karena itu, saya siap kalah atau menang,” ujar dr. Niken saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Ya,,, dr, Niken kini sedang menjajal dunia politik praktis di gelanggang Pemilukada Kota Kupang sebagai bakal calon (balon) Walikota Kupang periode 2012-2017. Ia sangat diperhitungkan. Termasuk lawan politik yang doyan sesumbar bakal menang di pertarungan politik Kota Kupang kali ini.
Niken selalu tampil menawan. Sederhana , ramah, dan rapi berbusana nampak akrab menghiasi hidupnya. Fasenya selalu  segar dihiasi senyum. Sorot mata yang teduh menggambarkan kedamaian. Tak banyak basa-basi. Semua dimulai dengan semangat hidup yang pasti.
“Saya sudah siap menjadi Calon Walikota. Saya akan buktikan bahwa perempuan juga bisa jadi pemimpin yang baik,” imbuhnya, optimis.
Anak pertama dari empat bersaudara buah perkawinan (ayahanda) Anton Mitak dan (ibunda) Elisabeth Mitak ini berjanji akan selalu bersikap optimis menghadapi tantangan yang syarat dengan kepentingan rakyat. Semuanya akan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Sebab, bagi ibu tiga anak ini, kepercayaan adalah amanah, dan tugas adalah kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Biro (Karo) Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ibunda Antonio Edwin Porsiana, Maria Diandra Porsiana, dan Diony Porsiana ini pernah menjabat sebagai Direktur RSU Prof. W.Z Yohanes Kupang.
Jenjang pendidikannya ia memulai dari SD Putri (sekarang Don Bosko) Kupang, SMP di  St. Theresia Kupang, SMA Khatolik Malang, Fakultas Kedokteran Brawijawa Malang. Usai kuliah Tahun 1989, ia ditugaskan sebagai Dokter Inpres di Kabupaten TTS.
“Beberapa bulan orientasi di Rumah Sakit TTS, saya lalu ditempatkan di Puskesmas Polen. Dari Polen saya pindah ke Batakte (1991-1993), Bakunase (1993-1997) dan tahun 1997 saya ditarik ke Kanwil Kesehatan NTT dan ditempatkan sebagai Kepala Seksi Upaya Kesehatan Dasar,” bebernya.
Perjalanan karir mantan dokter pribadi alm. Mantan Gubernur NTT, Piet A. Tallo, SH tersebut berjalan baik bak air mengalir. Tak ada rintangan yang berarti. Kepercayaan memangku jabatan seirama dengan prestasi kerja yang ia persembahkan. Ujungnya, Tahun 2001, istri Albert Porsiana itu dipercaya menjadi Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Penyuluh Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan NTT. Pada saat yang bersamaan ia diberi kesempatan untuk mengambil gelar master di Kuala Lumpur Malaysia.
“Pulang dari sana, saya kembali menjadi Kasubdin Pengembangan Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan NTT hingga tahun 2006. Tanggal 4 Maret 2006, saya dilantik menjadi Direktur RSUD W.Z Yohanes Kupang. Sedangkan serah terima jabatan (dari dr. Hen Mooy) tanggal16 Maret 2006,” kisahnya.
Jika pekerjaan kantor telah selesai, wanita kelahiran Bandung 15 Februari 1964 itu mengaku, banyak menghabiskan waktu di rumah dengan berolah raga, les piano atau berbelanja. Baginya, olah raga sangat penting untuk menjaga keseimbangan. Selain bisa menghilangkan stres, olah raga juga bisa membuat fisik menjadi bugar.  Sebab, kata dia, pekerjaan yang banyak menggunakan otak (berpikir), bisa membuat seseorang cepat lelah. Oleh karena itu, olah raga, makan teratur, banyak istirahat dan tidak terlalu stres harus terus dilakukan agar bisa menjaga stamina tetap bugar.
“Sejak sekolah saya paling suka basket dan bola volly. Olah raga itu penting. Itu untuk menjaga keseimbangan,” tegasnya.
Kini dengan kebugarannya ia siap menjadi Walikota Kupang pasca Drs. Daniel Adoe. Sarana partai politik sedang dipersiapkan. Respon pemilih pun postitif. Soal menang atau kalau ia percaya, “Itu suratan takdir”. Tapi soal semangat melayani, sampai mati pun kerja dan karyanya ia persembahkan untuk rakyat dan keluarga.
By. CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.