Perbatasan Indonesia – Timor Leste Diserang Belalang


sergapntt.com [KUPANG] – Daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste sejak 11 Januari 2012 lalu diserang jutaan ekor belalang kembara (Locusta migratoria). Pemerintah kedua negara dibantu warga sekitar telah berusaha membasmi koloni yang sekali bertelur bisa mencapai ribuan ekor itu. Namun hingga kini upaya tersebut belum berhasil. Bahkan penyebaran hama perusak tanaman itu makin meluas. 
Di wilayah Indonesia, belalang kumbara berhasil merusak sekitar 374 hektare lahan pertanian di Desa Ponu, Kecamatan Boboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 373 hektar itu dilahap dalam tempo tiga hari. Semua tanaman, termasuk bibit padi dan jagung milik petani siap tanam habis dimakan belalang.
Kini para petani di Desa Ponu mulai resah. Harapan panen di musim tanam kali ini kandas karena serangan belalang. Mereka khawatir serangan belalang makin meluas ke tempat lain dan membuat wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara rawan pangan. Para petani mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi jutaan belalalang yang datang tiba-tiba ini.
“Bantuan dari pemerintah seberapa pun akan kami terima,” kata Lambertus Bubun, salah seorang petani, Minggu (15/1/12).

Camat Ponu ketika dikonfirmasi soal serangan hama belalang hanya pasrah dan mengaku telah melaporkan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten NTT dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski begitu, pihaknya tidak tahu kapan ada langkah pencegahan terhadap makin meluasnya serangan tersebut. Sebab, setelah menyerang tanaman pertanian di Desa Ponu, kini belalang mematikan itu terdeteksi telah memasuki daerah pertanian di dua desa tetangga lainnya, yakni Motadik, serta Desa Kaubele di Kecamatan Monleu.
Populasi hama belalang di desa-desa tersebut kian hari terus bertambah. Itulah sebabnya, serangan ini diprediksi berpotensi menimbulkan gagal panen tahun ini.

Serangan belalang ini merupakan serangan kedua setelah tahun 2009 lalu. Saat itu Pemerintah Indonesia dan Timor Leste berhasil membasminya melalui kerjasama yang difasilitasi Food and Agriculture Organization (FAO).
Konon, untuk memberantas hama belalang kembara, FAO menggunakan bio-pestisida yang telah teruji di beberapa tempat, termasuk di Timor Leste. Selain ampuh, obat pembasmi ini juga sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebab, bahannya terbuat dari bahan-bahan alami.

Belalang kumbara adalah jenis belalang pemakan rumput-rumputan dan mampu menyebabkan kerusakan pada tanaman biji-bijian selama periode ledakan. Belalang kumbara mampu berimigrasi sejauh ratusan kilometer untuk mencari kondisi ekologi yang cocok yang dapat meningkatkan populasinya.

Belalang jenis ini dapat hidup di area lingkungan yang luas karena mereka dapat beradaptasi dengan kondisi ekologi yang sangat berbeda. Namun kondisi hidup optimum adalah pada suhu 20-250 derajat celsius dan curah hujan 50-100 milimeter per bulan yang memberikan kelembaban yang cukup.

Hama belalang kumbara merupakan salah satu hama dengan daya serangan yang sangat besar dan cepat. Tahun 2007, tercatat 2.105 hektar padi di Nusa Tenggara Timur dirusaknya.  Selanjutnya, tahun 2008 mulai berkurang dan hanya merusak sekitar 1.116 hektar. Sedangkan di Timor Leste, tercatat, tahun 2007 total kerusakan lahan pertanian mencapai 700 hektar. 
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Anis Tay Ruba mengaku pihaknya, sejak Sabtu (14/1/12) lalu, telah menerjunkan tim pembasmi belalang dipimpin oleh Kepala UPTD Proteksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas PP NTT, Haloman Tambunan.
“Kita sudah terjunkan tim pembasmi. Tim ini bertugas membasmi, sekaligus menghentikan penyebaran hama ke tempat lain. Karena itu,  hingga sekarang  ini, tim masih berada di lapangan,” ujar Anis Tay Ruba saat ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya, Rabu (18/1/12).
Menurut Anis, hama belalang mulanya terdeteksi datang dari daerah perbatasan negara Timor Leste, dan padang pengembalaan ranch Australia. Jenis belalang ini memiliki tingkat regenerasi yang sangat cepat. Satu ekor induk bisa menghasilkan ribuan telur, dan dalam waktu singkat, telur-telur tersebut serentak menetas. Belalang ini juga dikenal sebagai hewan perusak.
“Mayoritas koloni belalang masih berada di daerah padang rumput. Hanya sedikit saja yang menyerang lahan pertanian dan perkebunan warga. Walau begitu, para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Hasil deteksi di lapangan, terdapat 300-an tempat semai bibit padi yang diserang belalang. Karena itulah,,, kita akan berikan bantuan bibit bagi para petani yang menjadi korban serangan hama itu,” imbuhnya.
By. CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.