Polisi Tembak Mati Tiga Warga Somalia di Perairan Sukabumi


sergapntt.com [SUKABUMI] – Tiga warga negara Iran dari tujuh pengedar narkotika jaringan internasioanl asal Timur Tengah di tembak mati oleh polisi di Perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat dinihari, (20/1/12). Polisi terpaksa melepaskan timah panas lantaran ketiga pengedar narkotika itu berusaha melarikan diri dari pengejaran petugas.
Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Firman membenarkan adanya penggerebekan hingga menewaskan tiga WNA itu. “Ya, betul. Saya sedang meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan keberadaanya,” ujarnya.
Sayang sejauh ini, Firman enggan membeber kronologis kejadian penangkapan itu. “Silahkan menghubungi teman-teman di Mabes Polri,” ucapnya, singkat.

Info TKP menyebutkan, tujuh orang sindikat narkoba internasional yang ditangkap 16-20 Januari 2012 di perairan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, sekitar 80 kilometer dari Palabuhan ratu itu berasal dari negara Iran, Somalia dan Belanda.
Pada tanggal 16 Januari 2012, polisi menangkap enam tersangka yang menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan tradisional.

“Mereka berjumlah tujuh orang,” terang Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Gedung PTIK, Jakarta, dalam siaran persnya kepada wartawan, Jumat (20/1/12).
Setelah menangkap para tersangka, polisi memperoleh petunjuk, tentang pola komunikasi jaringan narkoba internasional, sehingga dapat dilihat pemetaannya. Berbekal petunjuk itu, Direktorat Narkoba pun melakukan pengintaian sejak sebulan yang lalu. Polisi lalu dapat mengetahui kapan pengiriman barang dilakukan. Puncaknya, Jumat (20/1/12) dinihari, sekitar pukul 01.35 WIB, polisi kembali menangkap satu orang warga Iran yang tengah naik sekoci menuju perairan Genting dengan membawa shabu. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya. Warga Iran itu ditemani oleh tiga orang lainnya. Namun ketiga orang yang mendampinginya itu tewas tertembak polisi saat terjadi kontak senjata. Ketiga orang yang tertembak itu berasal dari Somalia.

“Ada 3 WNA yang tertembak mati karena berusaha melawan petugas dan berusaha melarikan diri,” kata Saud.

Dari insiden baku tembak itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu, 3 jeriken berisi kira-kira 50 kg shabu, tiga senjata api genggam, kompas, satu sekoci dan  barang-barang lainnya.

Saud mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap satu kapal kargo berinisial A. Dia mengatakan, kapal ini diduga akan menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui perairan selatan Sukabumi. Namun Polri mengaku belum mengetahui kapal itu berasal dari negara mana.

“Belum tahu benderanya. Tapi ini terkait jaringan (narkoba internasional) sebulan lalu. Ada data, mereka akan memasukkan narkoba ke beberapa wilayah. Modusnya diturunkan di tengah laut di daerah terpencil untuk mengelabui petugas, Ini karena pelabuhan kecil itu jauh dari jangkauan petugas,” bebernya.

Soal kapal kargo tersebut, imbuh Saud, sudah diinformasikan ke AFP (Australia Federal Police) karena diperkirakan kapal tersebut berlayar menuju Australia. Saud mengatakan, jaringan narkoba internasional yang kali ini terungkap merupakan jaringan Belanda-Iran.

Saat ini, menurut Saud, polisi masih menyelidiki kasus ini. Namun sampai saat ini pula polisi belum bisa meminta keterangan dari ketujuh tersangka yang ditangkap karena terkendala bahasa. 
“Kalau bahasa Inggris tidak masalah. Tapi mereka menggunakan bahasa mereka sendiri, sehingga kami belum bisa berkomunikasi,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukabumi Akhmad Jajuli mengapresiasi langkah sigap kepolisian dalam mengungkap sindikat pengedar narkoba internasional di Sukabumi. Ia berharap, polisi bisa membongkar jaringan yang lebih besar berdasarkan pengembangan kasus itu.

“Ini merupakan modus baru penyelundupan narkoba internasional. Di mana, perairan selatan khususnya Sukabumi menjadi sasarannya. Dan memang, kita memiliki zona perairan internasional yang berada ratusan mil dari bibir pantai. Di mana, di zona itu, kapal dari negara manapun bebas berlalu-lalang,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat khususnya di selatan Sukabumi untuk mencurigai keberadaan kapal atau warga asing yang mencurigakan. Masyarakat dituntut aktif bila menemukan gejala seperti itu.

“Segera laporkan kepada petugas. Sekecil apapun informasi, itu sangat penting. Kami tidak mau Sukabumi menjadi transit jaringan narkoba,” pintanya.
By. MX/RYL/VEG

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.