sergapntt.com [KEFA] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengaku, telah menandatangani surat dukungan untuk menjadikan Universitas Timor (Unimor) yang berada di Kabupaten TTU Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
”Saya datang ke sini bersama rombongan yang banyak, sebagai salah satu bentuk dukungan saya kepada Unimor. Apalagi saya telah teken surat untuk menegerikan universitas ini,” tandas Gubernur di depan peserta Seminar Nasional dan Internasional di Student Center Kampus Unimor, Sabtu (21/1).
Gubernur Lebu Raya diundang sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut yang bertajuk ”Global Warming”. Menurut Gubernur, satu-satunya universitas yang ada di Provinsi NTT dan menggunakan kata Timor hanya Universitas Timor yang ada di TTU.
”Karena itu, kehadiran saya sebagai bentuk dukungan saya terhadap keberadaan Unimor. Saya datang ke dini (Unimor) bukan untuk memberi ilmu tetapi saya datang untuk membagi ilmu. Karena ilmu ada di universitas,” tegas Gubernur, disambut tepuk tangan para peserta seminar.
Manusia, kata Gubernur, harus hidup di dalam lingkungan. Manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya.
”Memang ada pikiran yang mengatakan bahwa semua yang ada di kolong langit ini diatur oleh Yang Maha Kuasa. Tetapi manusia diberi tugas untuk mengatur alam ini. Alam ini musti diatur, dijaga, dilestarikan dan diolah dengan baik. Jadi alam ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ucap Gubernur yang saat itu didampingi Wakil Bupati TTU, Alo Kobes, S.Sos dan Rektor Unimor, DR. Sirilus Seran.
Gubernur menjelaskan, dampak dari perubahan iklim atau climate change dirasakan oleh semua komponen masyarakat tanpa peduli apakah dia presiden, gubernur, wakil bupati rektor atau moderator.
”Di era perubahan iklim ini, kita tidak bisa mendorong sektor pertanian sebagai lokomotif pembangunan. Karena hujan tidak teratur, ada gagal tanam, gagal panen, produksi menurun, ada yang teriak lapar dan sebagainya. Meski demikian pemerintah harus serius memberikan perhatian kepada sektor pertanian, karena seluruh hidup kita diandalkan kepada petani. Manusia harus makan ubi, jagung, pisang dan sebagainya. Manusia kan tidak makan itu lembaran rupiah,” ujar Gubernur, retoris.
Gubernur meminta peran serta dan munculnya kesadaran kolektif global mengenai perubahan iklim yang juga akan mempengaruhi strategi pembangunan.
”Strategi pembangunan ekonomi yang menempatkan kesadaran akan daya dukung lingkungan alam pada prioritas yang tinggi serta mengarusutamakan masalah lingkungan melalui kebijakan adaptasi dan mitigasi,” jelas Gubernur.
Ikut hadir bersama Gubernur Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah NTT, Drs. Alex Oematan, M.Si, Kepala Dinas Perhubungan NTT, Drs. Bruno Kupok, Kasat Pol PP NTT, Drs. Frans Lasa, Kepala Badan Perpustakaan NTT, Drs. Nahor Talan, Kadis Peternakan NTT, Ir. Semuel Rebo, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT, Tini Thadeus, SH, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Drs. Willem Foni, M.Si, Kepala Biro Kesra Setda NTT, Drs. Alo Dando, MM, Sekretaris Dinas PPO NTT, Yohanes Mau, S.Sos, MM, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Drs. Joos Mure, Kabid I Bappedan NTT, DR. Petrus Keron, MA.
By. VERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar