sergapntt.com [KUPANG] – PT ASDP Feri Indonesia Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup sementara angkutan penyeberangan antar pulau di NTT hingga akhir Januari 2011.
“Penghentian semua pelayaran sudah dimulai sejak Senin (23/1/12) dan baru akan dibuka di akhir Januari (30/1) mendatang,” kata Manager Operasi PT ASDP Feri Indonesia (Persero) Cabang Kupang Arnoldus Yansen di Kupang, Rabu (25/1/12).
Dia mengatakan sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, tinggi gelombang yang melanda perairan daerah itu cenderung meningkat.
Saat ini tinggi gelombang di laut kata dia, masih berkisar 3-4 meter, dengan kecepatan angin berkisar 15-20 kilometer per jam, yang sangat membahayakan pelayaran dan aktivitas di lautan.
Menurut dia, terkait cuaca buruk tersebut, pihak ASDP telah mengumpulkan seluruh nakhoda untuk diberi penjelasan mengenai penghentian pelayaran tersebut. Selain itu, lanjut dia, selama penghenatian pelayaran tersebut, semua kapal harus tetap berada di pelabuhan menunggu cuaca kembali normal.
Dengan dihentikannya pelayaran, PT ASDP menderita kerugian sekitar Rp700 juta, yang merupakan gabungan dari rata-rata pendapatan lima kapal yang dioperasikan ASDP sebesar Rp100 juta per hari.
“Tidak beroperasinya kapal, ada satu mata rantai terputus yakni tidak adanya pelayanan kepada masyarakat,” kata Arnoldus.
Kepala BMG El Tari Kupang, Syaiful Hadi yang dihubungi terpisah, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada PT ASDP dan nelayan untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang buruk dan telah menyebabkan gelombang tinggi.
Menurut dia, tinggi gelombang di perairan NTT berkisar antara 2-3 meter, namun khusus di perairan selatan NTT yakni samudra Hindia tinggi gelombang mencapai Lima meter.
Untuk Selat Sape dan perairan utara Flores tinggi gelombang berkisar 3-3,5 meter, Selat Rote dan Laut Timor 3-3,5 meter.
Sedangkan, kecepatan angin di laut berkisar antara 25-45 kilometer per jam. “Kami himbau agar kapal-kapal kecil tidak berlayar dulu,” katanya.
Sementara itu antrean truk ekspedisi di pelabuhan penyeberangan Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang telah mencapai 15 unit. Sedikitnya 10 dari 15 truk tersebut adalah pengangkut kelontong dan bahan bangunan yang sudah mengantri sejak tiga hari terakhir.
By. AMA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.



Tinggalkan komentar