sergapntt.com [KUPANG] -Siapa yang tak ingin jadi pejabat? Keinginan inilah yang membuat sebagian calon pejabat eselon IV, III dan II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berharap-harap cemas. Ambisi menjadi pelayan terdepan dengan label pejabat mulai dititipkan pada kebijakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di sesi mutasi Februari 2012. Hm,,,,!
Per 1 Februari 2011 terdapat dua pejabat eselon II yang pensiun, yakni Kepala BNN NTT, Ny. Pratini Harjokusumo, SH, M.Si, dan Kadis Perindag NTT, Drs. Yoseph Lewokeda. Sedangkan Kadis Perikanan dan Kelautan NTT, Ir. Ana Salean, M.Si telah pensiun sejak 1 Januari 2012.
Jabatan lowong lainnya adalah Sekretaris KPU NTT, dan Kepala Biro (Karo) Urusan Pegawai (UP) Setda NTT yang ditinggal alm. Karolus Kia, SH yang meninggal akibat sakit pada 16 Januari 2012 lalu.
Praktis, lowongnya lima jabatan eselon II ini membuat sebagian calon pejabat eselon II mulai melepas jurus ‘cari muka’. Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.SI, plus Sekda NTT, Frans Salem, SH.M.Si mulai didekati dengan berbagai cara. Termasuk meyakinkan sang gubernur dan wakil gubernur yang akrab dengan sandi FREN itu bahwa mereka akan setia dan komit memperjuangkan kepentingan FREN di pemilihan gubernur (pilgub) NTT pada tahun 2013 mendatang. Maklum, mereka yakin FREN akan maju lagi sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018.
Santer terdengar kalau Kepala BNN bakal dijabat oleh Drs. Aloysius Dengi Dando (kini Karo Kesra Setda NTT), Kadis Perindag, Kanis Beka, SH (sekarang Karo Umum Setda NTT), Kadis Perikanan dan Kelautan NTT, Ir. Fredik Tilman (sekarang Kepala Badan Arsip NTT), Sekretaris KPU NTT, Drs. Ubaldus Gogi (sekarang Karo Administrasi Pembangunan Setda NTT), Karo Administrasi Pembangunan Setda NTT, Drs. Abraham Maulaka (Sekarang salah satu kabag di Biro Administrasi Pembangunan Setda NTT), Kepala Badan Arsip NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT (sekarang Kepala Bappeda NTT), Kepala Bappeda NTT, Drs. Os Toda (sekarang Karo Keuangan Setda NTT), Karo Keuangan Setda NTT, Drs. Elias Hali Lanan (sekarang Kebag perbendaharaan Biro Umum Setda NTT), dan Karo UP, Beni Wahon, S.Sos, MM (sekarang salah satu Kabag di Biro Administrasi Pembangunan Setda NTT).
Tak hanya itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTT, Drs. Abraham Klakik juga diisukan bakal diganti oleh Kepala UPTD Taman Budaya NTT, Dra. Yohana Liwu Lango. Abraham dinilai kurang kreatif memanage pariwisata NTT. Di jabatan baru nanti, Abraham akan menempati kursi staf ahli Gubernur NTT.
Khusus Kepala BNN dan Sekretaris KPU NTT, Baperjakat yang diketuai Frans Salem masih berkoordinasi dengan BNN dan KPU pusat. Dalam surat bernomor: UP.013.1/1/22/JS/2012, tentang nama calon Sekretaris KPU NTT yang ditujukan kepada KPU pusat, Baperjakat mengusulkan tiga nama, yakni (1). Drs. Ubaldus Gogi, (2). Ir. Aleksander Sena (Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan pada Bimas NTT), dan (3). Herman Nai Liu (salah satu Kabid di Dinas Nakertrans NTT).
Sedangkan Eselon III terdapat lima pejabat yang pensiun, yakni Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan NTT, Kepala UPT Sumber Daya Air wilayah Flores (Ir. Anselmus Say, ST), Kabag Mutasi Biro UP Setda NTT (Ny. Susan Ferdinandus, SH), Kabid Penyuluhan dan Pelayanan Badan Arsip NTT (Honorius S. Liko), dan Kepala UPT Dispenda wilayah Rote Ndao, Obed Kaha.Sementara pejabat eselon IV terdapat tujuh orang pensiun.
Sejumlah PNS yang kritis di lingkungan Pemrov NTT menilai penempatan pejabat yang dilakukan FREN selama ini syarat dengan muatan politik, dan mengabaikan aspek profesionalitas. Yang paling disorot adalah Karo Umum, Kanis Beka dan Karo Orta, Tinus Tausbele. Kedua pejabat ini dinilai jauh dari performa pejabat yang dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Coba lihat itu dua pejabat. Bisa apa? Paling bisa hanya marah-marah staf,” ujar salah seorang pejabat eselon IV di salah satu dinas di lingkup Pemprov NTT.
Lalu apa komentar Kanis Beka? “Ah,,, biasa ade, itu karena mereka iri saja. Hahaha,,,” ucap Kanis Beka tanpa beban saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di Kantor Gubernur NTT, belum lama ini.
Sejauh ini penempatan pejabat terus menyulut kontroversi. Ada yang senang, ada pula yang sinis. Senang karena ambisi dan kepentingan terakomodir, sinis lantaran pejabat yang direkrut masih jauh dari harapan orang banyak.
Toh begitu Frans Salem mengaku, mutasi yang dilakukan selama ini, termasuk yang bakal dilaksanakan pada Februari 2012 sudah sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku.
“Sama sekali tidak ada muatan politik. Mutasi ini tidak ada urusan dengan politik. Karena secara faktual, ada sejumlah pejabat yang pensiun. Ya,,, yang pensiun kan mesti diganti! Bahwa ada yang menafsir kalau mutasi syarat dengan kepentingan politik, silahkan saja,” tegas Frans Salem saat ditemui SERGAP NTT di ruang kerjanya, Rabu (25/1/12) lalu.
Hingga kini, kata Frans Salem, Pemprov NTT tetap komit tidak akan memperpanjang masa jabatan bagi pejabat yang telah memasuki usia pensiun. Karena itu, jabatan lowong akan diisi oleh pejabat baru melalui pengkajian Baperjakat dan restu Gubernur NTT sebagai pembina pegawai di lingkup Pemprov NTT.
“Setelah pengkajian final, dan disetujui pak gubernur, maka kita akan laksanakan proses mutasi. Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, mutasi sudah bisa dilakukan. Ya,, Februari inilah kalau bisa,” paparnya, berharap.
Untuk mengisi jabatan eselon II yang lowong, lanjut Frans Salem, terdapat sejumlah pejabat eselon III yang dipromosikan. Begitupun dengan eselon III dan IV.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya membenarkan kalau mutasi bakal dilaksanakan pada Februari 2012. Selain untuk penyegaran, mutasi ini juga untuk mengisi jabatan yang lowong.
“Ya,,, kita sedang mengkaji. Kita harapkan, dalam bulan Februari ini, mutasi sudah bisa dilaksanakan,” ujar Frans Lebu Raya kepada SERGAP NTT, Rabu (25/1/12).
Sejumlah pejabat yang meminta nama mereka tidak ditulis berharap mutasi kali ini, Gubernur mengedepankan profesionalitas dan kemampuan kerja para pejabat. Sehingga tidak terkesan politis dan suka atau tidak suka.
By. CHRIS PARERA
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar