sergapntt.com [ATAMBUA] – Kendati hanya bertugas selama enam bulan di perbatasan RI-RDTL, namun tugas Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) syarat dengan beban dan tanggung jawab. Karena itu Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Letkol (Inf), Andree Saputro meminta dukungan para wartawan, terutama yang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL.
Dalam diskusi ringan sambil coffee morning bersama wartawan di Markas Komando (Mako) Satgas Pamtas Atambua, Andree mengatakan, dukungan wartawan sangat dibutuhkan pasukan Pamtas. Setidaknya memberikan informasi ke publik secara benar dan berimbang.
“Masa operasi pengamanan perbatasan berlangsung dari 10 Januari hingga 10 Juni mendatang. Karena itu mari kita bekerja sama untuk tetap menciptakan suasana yang kondusif di wilayah perbatasan,” pinta Andree.
Disebutkan, tugasnya sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL antara lain menjaga keamanan di perbatasan kedua negara, menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan NKRI serta melindungi segenap warga Indonesia di garis batas baik itu Belu, TTU dan Kabupaten Kupang.
Di dalam tugas mengamankan perbatasan RI-RDTL ada beberapa hal yang akan dilaksanakan yakni menjaga agar tidak ada pelanggaran di garis batas negara, menghentikan penyelundupan, pasar gelap serta menjaga wilayah perbatasan termasuk menjaga patok-patok perbatasan yang telah ada.
Jumlah pasukan yang mengamankan perbatasan, kata Andree, sebanyak 650 prajurit yang ditempatkan di 38 pos perbatasan. Dari 38 pos pengaman perbatasan, 25 di Kabupaten Belu dan sisanya berada di wilayah TTU dan Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusie Timor Leste.
Perwira menengah TNI AD itu mengaku, karena tugas mengamankan perbatasan merupakan tugas berat, maka diharapkan peran Pers dapat membantu tugas Pamtas, misalnya soal sosialisasi tugas pamtas agar dipahami masyarakat perbatasan.
“Wartawan merupakan mata dan telinga rakyat. Jadi kami minta bisa bekerja sama mengamankan perbatasan, sebab semua ini bukan semata hanya tugas Satgas Pamtas,” pintanya.
Dalam diskusi itu juga, sejumlah wartawan meminta Satgas pamtas memberikan perhatian lebih terkait maraknya penyeludupan barang dan BBM di wilayah perbatasan. Selain itu, Pamtas juga mesti bersikap tegas terhadap pelintas illegal, serta menghentikan pungli-pungli di perbatasan, maupun jenis tindak pidana lain yang ujungnya merugikan masyarakat Indonesia, terutama yang ada perbatasan.
Atas saran para jurnalis tersebut, Dansatgas mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan akan melihat dari dekat semua masukan itu. Jika terbukti, pihaknya akan mengambil tindakkan tegas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL.
By. MTX
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar