sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Provinsi NTT untuk menjelaskan kepada masyarakar NTT sejumlah hal yang berkaitan dengan masalah rawan pangan dan gizi buruk.
“Memang masalah rawan pangan dan gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh faktor makanan semata tetapi ada begitu banyak faktor. Karena itu, saya minta kepada BKPP NTT untuk jelaskan secara baik kepada masyarakat. Misalnya kebutuhan kalori yang dibutuhkan per hari berapa ? Itu lebih logis dan bisa diterima oleh masyarakat,” ujar Gubernur saat menerima pimpinan WFP (World Food Programme) dan Kepala BKPP Provinsi NTT, Ir. Nicolaus Bala Nuhan di ruang kerjanya, Senin (30/1/12).
Menurut Gubernur, persoalan rawan pangan dan gizi buruk memang bukan hanya tugas pemerintah.
“Kita perlu bersinergi. Saya minta LSM-LSM yang datang dan kerja di NTT mari bersinergi dengan program-program pemerintah. Kalau kita jalan sendiri-sendiri percuma, itu hanya menghambur uang,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Gubernur, sangat serius dan concern terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan rawan pangan dan gizi buruk.
“Pemerintah sangat serius untuk mengatasi masalah pangan dan gizi buruk. Memang kita terus mendorong masyarakat agar mereka bisa kelola pangan lokal dengan baik. Saya minta pangan lokal harus terus diberdayakan, terutama cara mengemasnya sehingga orang bisa tertarik untuk mengkonsumsinya,” pintanya.
Gubernur juga meminta kepada WFP agar bisa melatih ibu-ibu yang ada di kampung-kampung untuk mengolah pangan lokal yang beragam dan bergizi.
“Para ibu harus diberi pelatihan terutama bagaimana mengolah dan mengemas pangan lokal itu agar bisa dikonsumsi dengan baik sekaligus orang merasa bangga, karena pangan lokal kita mengandung nilai gizi dan punya martabat,” tandasnya.
“Kita perlu bersinergi. Saya minta LSM-LSM yang datang dan kerja di NTT mari bersinergi dengan program-program pemerintah. Kalau kita jalan sendiri-sendiri percuma, itu hanya menghambur uang”
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sebut Gubernur, merupakan salah satu kabupaten yang terus dilanda masalah rawan pangan dan gizi buruk.
“Karena itu, sekarang kami sedang arahkan berbagai program untuk mengatasi masalah pangan dan gizi buruk di TTS. Pak Bupati TTS dan seluruh jajarannya perlu kerja lebih keras lagi,” ucap Gubernur, berharap.
By. VERRY GURU
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar