Dan Adoe dan Yonas Salean “Diserang”


sergapntt.com [KUPANG] – Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe dan Calon Walikota Kupang, Drs. Yonas Salean diserang dengan isu-isu negatif melalui selebaran yang dibagi-bagikan orang tak dikenal kepada warga Kota Kupang dengan tujuan agar pemilih Kota Kupang tidak memilih mereka berdua dalam pemilihan calon walikota dan wakil walikota Kupang periode 2012-2017 yang bakal dilaksanakan pada 1 Mei 2012 mendatang.
Copyan selebaran dengan tema himbauan kepada pemilih Kota Kupang itu tercatat dibuat oleh Ejbend Doeka, Mantan Ketua KNPI NTT Periode 2002-2007.
Namun  Ejbend Doeka yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang dengan tegas membantahnya. “Saya mau tegaskan bahwa saya tidak pernah membuat selebaran itu, dan tidak ada kepentingan apa-apa terhadap suksesi walikota dan wakil walikota nanti,” kata Ejbends kepada wartawan di Kupang, Senin (30/1/12).
Dia mengatakan, selebaran yang diedarkan tersebut, dikeluarkan oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab, hanya untuk kepentingan sesaat dan untuk menjatuhkan karier dirinya sebagai seorang kepala dinas.
Dia menjelaskan, selebaran yang diedarkan dengan mencatut namanya itu, bertujuan untuk memecah belah hubungan kekerabatan dan kekeluargaan antar warga yang sudah terjalin baik.
Selain itu, menurut Ejbends yang juga mantan ketua KNPI NTT Periode 2002-2007, selebaran itu juga untuk memecah belah hubungan antar bakal calon yang ada yang sudah siap untuk mengikuti suksesi walikota Kupang.
Dalam selebaran tersebut, Ejbends disebut sebagai penulis, dan memberikan himbaun kepada masyarakat Kota Kupang untuk tidak memiliih Dan Adoe dan Yonas Salean karena terbelit sejumlah kasus.
Dan Adoe disebut memiliki selingkuhan anak baru gede (ABG) di Jakarta dan terkait kasus korupsi dana APBD Kota Kupang serta dituding sebagai pemeras para pejabat di lingkup Pemerintah Kota Kupang. Dan Adoe juga dituding memberikan sebagian besar proyek Pemkot Kupang untuk dikerjakan oleh istri, anak-anak, serta keluarga besarnya.
Sementara Jonas Salean sewaktu masih menjabat sebagai Sekda Kota Kupang berperilaku korup dana kontijensi dana operasional DPRD Kota Kupang serta sejumlah dana pemerintah lainnya.
Jonas Salean juga divonis berperilaku menyimpang dengan melakukan perbuatan amoral yakni selingkuh dengan para PNS muda di Kota Kupang, selama menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah hingga menjabat sebagai Sekda Kota Kupang.
Bakal calon lainnya yang juga ikut ditulis dalam selebaran itu, yakni Herman Man. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang itu disebut juga pernah melakukan perbuatan selingkuh dengan ABG di sebuah kamar di Hotel Sasando Kupang sambil menggunakan narkoba.
Selebaran yang juga melampirkan copyan KTP milik Ejbends tersebut, menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang untuk memilih calon walikota yang datang dari luar birokrasi seperti Viktor Lerik, Paul Liyanto, Jefri Riwu Kore dan Stanis Say.
“Saya mau tegaskan bahwa saya tidak pernah membuat selebaran itu, dan tidak ada kepentingan apa-apa terhadap suksesi walikota dan wakil walikota nanti”
Sementara itu, Dan Adoe melalui Kabag Humas dan Protokol setda Kota Kupang, Noce Nus Loah mengatakan, selebaran tersebut merupakan selebaran tak bertanggung jawab yang bertujuan memecah belah kehidupan dan kerukunan hidup warga Kota Kupang.
Kendati demikian, lanjut Noce, Dan Adoe meminta warga Kota Kupang untuk tidak terpengaruh. Karena itu merupakan langkah gelap dari permainan politik yang tidak bernilai.
“Masyarakat jangan terpengaruh dengan selebaran itu, tetapi tetap bertanggung jawab untuk melaksanakan pilkada dengan damai dan aman,” kata Noce mengulangi pesan Dan Adoe.
By. AMA/CHRIS PARERA

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.