Mangan Timor Bakal Senasib Dengan Cendana


sergapntt.com [KUPANG] – Potensi mangan yang ada di pulau Timor bakal senasib dengan kayu cendana. Pelan tapi pasti, kekayaan alam ini nyaris tak terlihat lagi. Sebab, kini sejumlah perusahaan besar dari luar negeri berbondong-bondong mengeruk mangan dari tanah Timor, mulai dari Kabupaten Kupang hingga Belu.    
Bukti gelondongan cendana yang dirampok
dari hutan pulau Timor
Perusahaan tambang mineral asal Jerman, Bracken International Mining belum lama ini telah menambahkan suntikan dana sebesar 500 juta Euro, guna mengembangkan proyek penambangan mangan di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perusahaan yang listing di Bursa Efek Frankfurt dengan kode 1BM ini, berencana memulai produksi mangannya di Kupang pada Juli 2012. Direncanakan produksi awal Bracken di Kupang sebesar 41.000 ton mangan per bulan, dengan tujuan ekspor China.

Chairman Bracken International Mining, Luke Bracken mengungkapkan, proyeknya di Kupang terdiri dari enam tambang mangan, pada lahan seluas 8.208,6 hektar. “Kami bercita-cita menjadi pemimpin dunia di bidang pertambangan mangan,” ujarnya.

Bracken International Mining sendiri listing di Bursa Efek Frakfurt sejak Oktober 2011, dan telah memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Produksi untuk enam tambang mangannya di Kupang, yang dimiliki Bracken 100%. Total cadangan pada enam tambang itu mencapai 300 juta ton.

Dengan tambahan dana 500 juta Eiro, kata Luke Bracken, maka total investasi yang ditanamkannya untuk penambangan mangan di Kupang, mencapai lebih dari 1 miliar Euro. Produksinya dijadwalkan mulai Juli 2012 dari enam tambang, dengan tujuan ekspor China.

Kelebihan tambang Bracken, ialah letaknya yang hanya 35 kilometer dari pelabuhan utama Kupang. Bracken International Mining juga telah memegang izin untuk pembangunan smelter, yang akan mengolah mangan dengan produk akhir silikon mangan dan besi siap pakai.

Produksi tambang Bracken di NTT sendiri telah dimulai dalam jumlah terbatas, sejak 2010. Dari pengiriman sample produk itu, Bracken berhasil menggaet beberapa calon pelanggan dari China, termasuk Sino Baja dan Shanghai Industri. “Peresmian produksi perdana dilakukan Maret 2012,” tambahnya.

Menurutnya, tahap pertama produksi dan pengapalan ke China, akan menghasilkan arus kas langsung bagi perusahaan. Hal ini memungkinkan Bracken untuk mendapatkan sertifikasi JORC, atas kelayakan proyeknya di tahap dua pada 2013 atau 2014.

Keseluruhan proyek tersebut, diyakini mengandung sumber daya tereka sebesar 299,600 juta metrik ton mangan kelas tinggi, dengan kadar 50 – 69%. Data ini ini merupakan hasil konfrimasi dengan perusahaan Korea, Dongbu Logam.

Luke Bracken menambahkan, belanja modal yang dibutuhkan untuk membawa proyek tersebut ke tahap produksi, diperkirakan Euro 80.800.000 pada tahun pertama, dengan tingkat produksi 41.000 ton per bulan. Produksi tahap kedua akan digenjot menjadi 240.000 metrik ton per bulan.

“Prioritas perusahaan adalah untuk mengelola aset ekonomi, sembari memenuhi kebutuhan pengguna akhir. Perusahaan ini berkomitmen untuk membangun pasokan mangan dengan baik dan produktif, yang akan memberikan manfaat bagi pelanggan, investor, dan masyarakat NTT,” tandasnya.

By. CIS/MAJALAH TAMBANG

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.