Anggota DPRD NTT “Didamprat” Staf Sekwan Bali


Anggota Komisi A DPRD NTT sedang berada di ruang lobi
DPRD Bali

sergapntt.com [DENPASAR] – Maksudnya ingin menuai hasil yang aduhai, eh,,, justru kesialan yang didapat. Begitulah yang dirasakan 10 Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat berkunjung ke Denpasar, Bali, Senin (30/1/12) lalu.

“Bapak mereka ini bagaimana sih, kami sudah kirim surat jawaban ke Sekwan DPRD Propinsi NTT, selain itu kami juga sudah telepon ke kantor Sekwan DPRD Propinsi NTT untuk memberitahukan penundaan waktu studi banding, tapi tidak di jawab, tiba-tiba bapak mereka sudah berada di sini. Gimana coba,,,?,” sergah salah seorang staf Sekretariat Dewan (Sekwan) Provinsi Bali saat menerima kedatangan Gabriel Beri Bina cs, Senin, 30 Januari 2012 lalu.

Mulanya, kedatangan wakil rakyat asal NTT itu untuk melakukan  studi banding di Denpasar, Bali. Tapi karena koordinasi yang buruk antara  DPDR NTT dan Bali, kunjungan tersebut menjadi sia-sia. Sebab, seluruh Anggota DPRD Bali sedang libur lantaran sedang menghadapi persiapan Hari Raya Suci Galungan. Praktis para anggota dewan terhormat dari kepulauan Flobamoratas itu kebingungan.
Disaksikan sejumlah wartawan desk DPRD Bali, 10 orang dewan tersebut kebingungan dan salah tingkah usai didamprat staf Sekwan Bali itu. Anggota Fraksi Golkar DPRD NTT, Anwar Pua Geno yang melihat situasi tidak menguntngkan karena disaksikan para wartawan langsung mengajak para wartawan untuk mengadakan jumpa pers.

Dalam jumpa pers itu, Gabriel Beri Bina berdalih, kedatangan mereka ke Bali untuk bertemu dengan Camat Denpasar Selatan terkait pengelolaan e-KTP. “Kami ingin belajar tentang e KTP. Kenapa itu penting karena Bali merupakan propinsi pertama yang menginisiasi e-KTP di Kabupaten Jembrana yang kemudian di respon oleh pemerintah pusat. Karena Bali yang paling dekat dengan NTT maka kami belajar disini,” ujar Beri Bina.

Rombongan anggota legislatif dari NTT ini, lanjut Beri Bina, merujuk ke Kecamatan Denpasar Selatan (Densel) dan bertemu langsung dengan Camat Kecamatan Densel untuk studi banding tentang persiapan infrasturktur dan pendataan.

Selain belajar tentang e-KTP, kehadiran mereka di Bali juga untuk belajar tentang tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pengelolaan masalah perbatasan. Apa benerrrrrrrrrrr!
By. LEX/SANDRO/BTR

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.