sergapntt.com [KUPANG] – Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diguyur hujan dan petir sejak Selasa (31/1/12). Bahkan hingga Rabu (1/2/12) sore, kota yang penuh ditumbuhi karang ini masih diguyur hujan. Kini udara terasa dingin dan sebagian aktivitas ekonomi terhenti.
Toh begitu sebagian warga kota bersyukur datangnya hujan. Pasalnya, sejak datangnya musim hujan, Kota Kupang hanya diguyuri hujan beberapa kali saja.
“Biar ko dia hujan. Ini tahun curah hujan kurang sekali. Biasanya bulan begini, kali-kali (sungai-red) kering, sudah dialiri air. Koq sampe sekarang belum-belum juga,” ujar Ama Eben, warga Kota Kupang.
Pria yang kesehariannya berjualan di Pasar Inpres Naikote I itu mengaku, akibat rendahnya curah hujan, sebagaian tanaman jagungnya menjadi kering.
“Kalau sonde hujan, bisa-bisa beta pung jagung dong mati samua,” paparnya.
Tak hanya Kota Kupang, sejumlah wilayah kabupaten di NTT juga diguyur hujan
sejak kemarin. Menurut prakiraan Stasiun Klimtologi, Kupang, kondisi ini akan berlangsung hingga musim hujan berakhir.
sejak kemarin. Menurut prakiraan Stasiun Klimtologi, Kupang, kondisi ini akan berlangsung hingga musim hujan berakhir.
Daerah yang ikut diguyur hujan antara lain sebagian besar pulau Timor, seluruh pulau Flores, Sumba, Sabu, Rote Ndao, Alor, Lembata dan Solor.
Wilayah yang diguyur hujan ini termasuk desa-desa yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang tahun 2011. Kini curah hujan mulai normal melebihi 70 milimter (mm).
Dua hari terakhir ini, langit NTT diselimuti awan hitam tebal. Suhu udara yang biasanya berkisar antara 32 hingga 34 derajat Celcius, kini turun menjadi 25 derajat Celcius.
Karena itu, Pemerintah Daerah (Pemda), baik provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan selalu waspada terhadap ancaman longsor dan banjir yang biasa terjadi di awal musim hujan. Bencana banjir biasanya melanda daerah bercurah hujan tinggi seperti Kabupaten Belu, Kupang dan sebagian besar wilayah pulau Flores.
Karena itu, Pemerintah Daerah (Pemda), baik provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan selalu waspada terhadap ancaman longsor dan banjir yang biasa terjadi di awal musim hujan. Bencana banjir biasanya melanda daerah bercurah hujan tinggi seperti Kabupaten Belu, Kupang dan sebagian besar wilayah pulau Flores.
By. MAX
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.



Tinggalkan komentar