Gubernur NTT: Bangun Rumah Tuhan Harus Bagus !


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada segenap umat beragama yang ada di Provinsi NTT untuk memperhatikan dan membangun rumah ibadahnya dengan baik dan megah.
”Bangun rumah Tuhan musti yang bagus dan indah. Sehingga ketika umat masuk menggunakan rumah ibadah itu, dia merasa kecil di hadapan sang pencipta,” tandas Gubernur di sela-sela merayakan kegiatan Galungan bersama umat Hindu di Aula Pura Oebananta Kota Kupang, Jumat sore (2/2).
Sebelumnya Gubernur yang didampingi istri Ny. Lusia Adinda Dua Nurak Lebu Raya, S.Pd, Anggota DPRD NTT, Drs. Kristo Blasin, Kadis Sosial Provinsi NTT, Drs. Petrus Manuk, Kadis Koperasi dan UMKM NTT, Paulus Rante Tadung, SH, Kepala Badan Perpustakaan NTT, Drs. Nahor Talan, Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT, Kepala Biro Kesra Setda NTT, Drs. Alo Dando, MM, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Drs. Willem Foni, M.Si dan sejumlah pengurus Parisada Hindu Dharma Provinsi NTT meninjau proses pemugaran Pura Oebananta yang secara fisik baru terlaksana 30 %.
Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan umat Hindu yang ada di Provinsi NTT khususnya di Kota Kupang dan sekitarnya terhadap berbagai program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT. ”Selama ini kami terus mendapat dukungan dari Umat Hindu. Terima kasih atas dukungan tersebut,” tegas Gubernur.
Menurut Gubernur, dalam kehidupan ini manusia selalu diperhadapkan pada dua sisi yakni kebaikan dan keburukan, terang dan gelap, kebajikan dan kebatilan dan lain sebagainya. ”Tetapi saya meyakini kebaikan atau dharma akan mengalahkan yang jahat atau batil. Apalagi hidup ini kan fana; hanya sementara. Mari kita berbuat baik kepada sesama,” pinta Gubernur.
Gubernur juga memberi apresiasi terhadap keberadaan Koperasi Dewi Gangga yang dikelola para pengurus Parisada Hindu Dharma Provinsi NTT. ”Saya punya komitmen yang kuat untuk perhatikan kaum kecil dengan membentuk kelembagaan ekonomi rakyat yang kuat sehingga rakyat di daerah ini memiliki posisi tawar yang kuat dan bisa menang dengan kaum kapitalis. Tugas kita bersama adalah mari kita mengangkat martabat kaum kecil supaya mereka bisa hidup lebih baik. Karena kita menganut ideologi Pancasila yang berpihak pada rakyat,” jelas Gubernur dan meminta didaftarkan dirinya menjadi anggota Koperasi Dewi Gangga.
Di tempat yang sama, Ketua Parisisada Hindu Dharma Provinsi NTT, Pinandita Drs. I Gusti Made Putra Kusuma dalam refleksi Hari Raya Galungan mengatakan, hakekat Galungan adalah terbebasnya umat Hindu dari berbagai hal yang negatif sehingga umat Hindu dapat mencapai dewa cahaya. ”Cahaya mempunyai peran atau energi yang kuat untuk kehidupan umat manusia. Karena itu, makna Galungan mensyaratkan agar umat Hindu punya kewajiban untuk bekerja dan mendukung berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah,” kata Putra Kusuma.
By. VERRY GURU

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.