sergapntt.com [KUPANG] – Pemerintah provinsi (Pemprov) telah menyurati para bupati dan walikota untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Fransiskus Salem kepada wartawan di Kupang, Selasa (7/2).
Menurut Salem, intensitas curah hujan yang tinggi dimaksud tentunya berdampak pada bencana banjir dan tanah longsor serta wabah penyakit. Mengingat hampir semua daerah di NTT berpotensi bencana, tentunya dibutuhkan kesiapsiagaan. “Ini untuk meminimalisasi korban jiwa dan material yang bakal terjadi,” ujarnya.
Salem sampaikan, kebutuhan akan beras bantuan bencana pada prinsipnya tidak ada masalah. Karena setiap kabupate memiliki stok beras bencana sebanyak 100 ton dan provinsi 200 ton. Beras tersebut bisa dimanfaatkan kapan saja jika terjadi bencana. Banjir di Belu misalnya bersumber dari luapan sungai Benanain yang membelah tiga kabupaten yakni Belu, Timor Tengah Utara, dan Timor Tengah Selatan.
Sementara itu Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis laporan mengenai ancaman banjir di delapan kabupaten di NTT selama Februari 2012. Banjir diramalkan berlangsung sampai April mendatang akibat intensitas hujan di daerah-daerah itu sangat tinggi. Delapan kabupaten itu ialah Kupang, Manggarai, Alor, Belu, Flores Timur, Ende, Sikka, dan Timor Tengah Selatan.
Kepala BMKG, Sri Woro B. Harijono dalam rilis tersebut mengingatkan, intensitas banjir tertinggi bakal melanda Kecamatan Reo dan Kota Komba, Kabupaten Manggarai, dan Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Daerah itu memang sering dilanda banjir dan longsor setiap musim hujan karena hampir seluruh kawasan hutan ditebang untuk pembukaan ladang. Dengan demikian banjir tidak bisa dihindari.
Sedangkan 14 kecamatan potensial dilanda banjir dengan intensitas menengah, terdapat di enam kabupaten antara lain Kobalima, Malaka Barat dan Malaka Tengah di Belu. Kecamatan Ndona di Ende, dan Kecamatan Amanuban Barat di Timor Tengah Selatan. Prakiraan ini bertujuan mengingatkan warga yang bermukim dekat bantaran sungai dan lereng gunung mewaspadai banjir dan tanah longsor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Andre Koreh menyebutkan, sebanyak 75 sungai di NTT berpotensi banjir pada tahun ini. Di antaranya Sungai Noelmina yang membelah Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan, Sungai Benanain di selatan Kabupaten Belu, dan Sungai Benpasi di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi teknis tingkat kabupaten dan unit pelaksana tugas (UPT) yang ditempatkan di kabupaten untuk siagakan alat berat. Sehingga ketika terjadi longsor, material yang menutupi badan jalan segera digusur. Dengan demikian, arus lalulintas kembali normal.
By. LEFP
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar