sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya menyambut baik hasil inovasi yang dilakukan Komunitas Geng Motor Imut yang menghasilkan alat pengubah air laut menjadi air tawar.
“Saya senang karena sudah ada inovasi yang bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih,” kata Gubernur NTT di Ruang Kerjanya saat menerima Komunitas Geng Motor Imut, Kamis (9/2).
Menurut Koordinator Umum Komunitas Geng Motor Imut, Noverius Nggili, Desalinator Imut adalah suatu alat pengubah air laut menjadi air tawar dan garam tanpa mesin. Desalinator imut juga tidak membutuhkan listrik dan bahan bakar fosil tetapi hanya mengandalkan sinar matahari sehingga proses desalinasi sebaiknya dilakukan saat puncak panas yaitu berkisar antara pukul 11.00-14.30.
Dijelaskan, untuk mengubah air laut menjadi air tawar dibutuhkan waktu 3,5 jam. Air laut yang digunakan dalam proses desalinasi tersebut sebanyak 35-36 liter. Jumlah tersebut akan menghasilkan 12-17 liter air tawar, sedangkan sisanya sekitar 18 liter mengandung kadar garam tinggi.
“Tinggal ditambahkan zat yodium dan dijemur selama 2-3 hari untuk menjadi garam beryodium. Dengan demikian selain mendapatkan air tawar, masyarakat yang memanfaatkan desalinator ini akan mendapatkan tambahan nilai ekonomis dengan memproduksi garam,” kata Noverius.
Noverius juga memaparkan, cara kerja penutup desalinator adalah menangkap uap air tawar dari air laut yang dipanaskan dengan sinar matahari. Butiran-butiran uap air akan mengalir mengikuti kemiringan dinding penutup ke pipa pangalir hingga tempat penampungan dan air tersebut memenuhi syarat fisik sebagai air bersih karena bening, tidak berendapan, tidak berbau serta memenuhi syarat mikrobiologis karena suhu proses pemanasan dalam desalinator melebihi titik didih 100 derajat celcius.
Menurut Noverius, Desalinator Imut dibangun dengan konstruksi yang sangat mudah sehingga implementasinya diyakini tidak bermasalah. Ongkos pembuatan per unit pun cuma Rp1.250.000. Inovasi tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat di pulau kecil.
“Kami ingin mengkampanyekan nilai ekonomis yang akan masyarakat peroleh berupa air bersih dan garam sekaligus dibandingkan jika mereka harus naik sampan atau perahu motor untuk membeli kebutuhan itu ke pulau-pulau besar,” kata Noverius.
Guna memperlancar pemasaran peralatan ini, Geng Motor Imut mulai membangun kerja sama dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di pesisir dan pulau-pulau kecil. Kendati demikian diakui bahwa desalintor ini masih memiliki kelemahan terutama di musim hujan karena saat itu sinar matahari sebagai sumber pemanasan akan berkurang.
Seperti diketahui hari ini Gubernur bersama Komunitas Geng Motor Imut menemui Menko Kesra RI di Jakarta. Menko Kesra pun tertarik dengan hasil karya Komunitas Geng Motor Imut dan ingin mendapatkan penjelasan langsung manfaat Desalinator Imut.
by. Meggy Utoyo
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar