KPK Periksa Dosen Unsri


sergapntt.com [JAKARTA] – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil anak buah M Nazaruddin, Gerhana Sianipar, terkait kasus dugaan korupsi di Kemendiknas dalam pengadaan alat bantu laboratorium di lima universitas. Rupanya selain Gerhana, ada dosen Universitas Sriwijaya yang dimintai keterangan.
“Memang benar tadi ada Bu Gerhana kemudian ada juga dari dosen Unsri untuk dimintai keterangan,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (18/11/2011).

Menurut Johan, keduanya datang sejak pukul 13.00 WIB. Hingga pukul 15.00 WIB, pemeriksaan masih berlangsung oleh para penyelidik.

Saat ditanya identitas dosen universitas yang berada di Palembang tersebut, Johan enggan menjelaskan secara rinci. Menurut dia, kasus dalam proses penyelidikan tidak bisa selalu dibuka ke publik.

“Ada beberapa yang rahasia,” ucapnya.

KPK memang kini tengah menelisik adanya masalah dalam proyek pengadaan di Depdiknas yang tersebar di 5 universitas. Pertama, pengadaan peralatan laboratorium di Universitas Negeri Jakarta. Kedua, pengadaan peralatan laboratorium dan meubeler di Universitas Sriwijaya, Palembang.

Ketiga, pengadaan peralatan laboraturium pusat riset dan pengembangan bidang ilmu di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Keempat, pengadaan laboratorium di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten. Proyek kelima yakni pengadaan laboratorium di Universitas Malang. Proyek di lima universitas itu semuanya tahun anggaran 2010.

Sementara itu, terkait proyek pembangunan gedung dan sarana olahraga di Hambalang, Bogor senilai Rp 1,2 triliun menyeret Ketum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, atas pengakuan Nazaruddin. KPK sudah menyelidiki kasus Hambalang. Lalu bagaimana dengan posisi Anas?

“Ini sedang didalami,” kata Ketua KPK Busyro Muqoddas di Kampus UI, Depok, Jumat (18/11/2011).

Busyro menjelaskan, walaupun ada pengakuan dari mantan Bendahara Umum PD Nazaruddin, namun KPK tidak serta merta percaya. KPK bekerja berdasarkan bukti-bukti.

“Itu masih harus dicari bukti-bukti lain yang mendukung. Pengakuan Nazar dan orang-orang lain dalam jumlah yang banyak, tapi kalau tidak didukung dengan bukti-bukti lain selain pengakuan, itu tidak bisa,” jelasnya.

Busyro menambahkan, walau secara hukum pernyataan Nazaruddin dibuat dalam BAP atau juga di pengadilan, itu belum berkualitas sebagai bukti.

“Masih harus ditambah dengan bukti lain. Nah, oleh karena itu, kasus Hambalang itu sedang dalam tahapan penyelidikan,” tegasnya.

Pengacara Anas, Patra M Zen sebelumnya saat dikonfirmasi soal kasus ini enggan berkomentar. Dia mengaku tidak tahu. Sedang Anas dalam berbagai kesempatan sudah membantah tudingan Nazaruddin. Anas mengaku tidak pernah menggarong uang negara.

by. NDR/FAY

Beth (17), Gadis Stockport Yang Tertidur Selama 6 bulan


sergapntt.com [STOCKPORT] –  Setelah melihat kondisi seorang gadis bernama Bethany-Rose Goodier mungkin pikiran anda akan tertuju pada kisah dongeng “Sleeping Beauty”.
Kisah fiksi yang ceritanya dibuat oleh Brother Grimm itu berupa dongeng anak-anak yang berkisah tentang seorang putri cantik yang tertidur selama 100 tahun karena kutukan.

Seperti diwartakan oleh mirror.co.uk , Beth tidaklah terkena kutukan meski mengalami pengalaman yang sama dengan kisah itu.

Gadis berusia 17 tahun itu yang berasal dari Stockport , Greater Manchester, Inggris dilaporkan mengalami sindrom langka yang memungkinkan ia tidur selama enam bulan non stop.

Pada saat itu, pada 4 November 2010, ketika ia merasakan sebuah rasa kantuk yang luar biasa. Ia tertidur sepanjang hari.

Ia tidak bangun pada keesokan harinya, hingga enam bulan lamanya. “Hal terakhir yang saya ingat adalah saya berbaring di kursi malas dan ibu saya berteriak bahwa saya tidur terlalu lama,” ujarnya.

Ia melewatkan hari ulang tahun ke 17- nya, Natal, Tahun Baru, dua liburan sekolah dan sejumlah kelas pelajaran.

Dengan sabar, orang tuanya membawanya ke kamar mandi secara rutin. Orang tuanya juga berupaya untuk memberinya makan, sehingga ia tak menderita sakit. Hanya saja, Beth tak pernah menyadarinya ketika ia bangun.

Setiap kali ia bangun dari tidur panjangnya, apa yang dirasakan Beth hanyalah rasa lapar yang luar biasa. Meski ia makan sambil tidur, ia selalu terlihat lapar setiap kali ia bangun. Ia meminta makanan favoritnya seperti Pizza, makanan cepat saji lainnya, dan keripik.

Beth menderita sebuah kondisi yang langka yang disebut Kleine Levin Syndrome atau KLS. Gangguan itu secara umum dikenal sebagai sindrom putri tidur dan hanya berakibat pada 1000 orang yang ada di dunia.

Dengan kondisi itu, Beth bisa tertidur 22 jam dalam sehari. Faktanya, dua jam selama terbangun, ia tampak kesulitan memproses informasi atau memahami apa yang terjadi disekitarnya.

By. YUD

Estianty Menginspirasi Perempuan Agar idak Tergantung Pada Laki-Laki


sergapntt.com [Jakarta] – Artis Maia Estianty terus melebarkan sayapnya di dunia bisnis dengan membuka tempat karaoke ‘Alegro’ di Epicentrum, Jakarta Selatan. Ia ingin menginspirasi perempuan Indonesia agar tak bergantung kepada laki-laki.
“Yang pasti aku ingin memberi inspirasi kepada perempuan-perempuan kalau misalnya jadi perempuan jangan tergantung sama laki-laki,” ungkapnya usai pembukaan tempat karaokenya itu, Kamis (17/11/2011).

Menurutnya sampai saat ini masih banyak perempuan yang menggantungkan hidupnya di tangan suami. Tak hanya itu, ia juga berharap suami jangan menghalang-halangi peluang perempuan untuk maju.

Maia menganggap kapastitas perempuan memang sama rata dengan kaum laki-laki. Bahkan menurutnya tak sedikit perempuan yang berhasil dalam kehidupannya melebihi laki-laki.

“Aku ingin memberi inspirasi kalau perempuan juga kapasitasnya sama seperti laki-laki,” tuturnya.

by. NU2/MMU

Nuklir Iran Sangat Menakutkan!


sergapntt.com [WASHINGTON] — Gedung Putih, Kamis (10/11/2011), menyatakan, laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada pekan ini tentang program senjata nuklir Iran “sangat menakutkan”. Gedung Putih juga menyatakan akan terus menekan Teheran agar “mengubah perilakunya”.
“Mereka perlu bertindak benar terhadap dunia dan melaksanakan kewajiban mereka mengenai program nuklir mereka. Kami akan terus berusaha mengegolkan itu setelah laporan yang sangat menakutkan ini,” kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney.
Sementara itu, pada hari yang sama, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan, aksi militer terhadap Iran dapat menimbulkan konsekuensi yang tak diinginkan. Panetta mengatakan kepada wartawan Pentagon, ia sependapat dengan penilaian sebelumnya bahwa serangan hanya akan membuat program nuklir Iran mundur paling lama tiga tahun.
Panetta, mantan direktur CIA, mengatakan, laporan IAEA “sejalan dengan penilaian intelijen yang menyatakan Teheran sedang berusaha mengembangkan kemampuan nuklirnya. Tapi masih ada perbedaan di dalam negeri Iran mengenai apakah akan membuat bom.
Di dalam laporan paling akhirnya mengenai program nuklir negara Persia itu, Selasa, IAEA menyatakan bukti “yang bisa dipercaya” memperlihatkan Iran telah terlibat dalam proyek dan percobaan yang berkaitan dengan pembuatan senjata nuklir. Teheran sepenuhnya menolak laporan itu dan berkeras Iran tak memiliki program senjata nuklir. Iran juga mengkritik laporan IAEA tersebut sebagai “tidak seimbang, tidak profesional, dan dilatarbelakangi motif politik”.
Banyak pengulas percaya Amerika Serikat dan sekutu Barat-nya akan mengutip temuan di dalam laporan tersebut untuk mendorong sanksi yang lebih keras dan lebih melumpuhkan Iran.
By. ANTARA

Papuaku Sayang, Papuaku Malang


sergapntt.com [JAYAPURA] – Dari jauh tampak anggun. Semua mata terpana akan keelokannya. Apalagi disana terkubur harta karun yang tak ternilai harganya. Hasrat pun membara ingin memilikinya. Itu sebabnya, mengapa Papua diperebutkan banyak orang. Tapi sebagai pewaris tanah Papua, OPM tak rela tanah tumpah darahnya  diacak-acak.
Sebuah lagu yang dilantunkan Edo Kondologit “,,,,KAMI tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi bukan kami punya. Kami hanya menjual buah-buah pinang,,,” menggambarkan bagaimana sakit hatinya rakyat Papua. Tanah mereka kaya raya, tapi hidup mereka miskin melarat.
Inilah yang membuat Kelly Kwalik angkat senjata berperang melawan TNI/Polri. Sayang, Komandan Batalyon (Danyon) Tentara Pembebasan Nasional OPM ini tewas dalam penyergapan yang dilakukan TNI/Polri di Timika, Mimika, Papua pada Rabu (16/12/2009) pagi sekitar pukul 03.00 WITENG. Toh begitu, penerus Kelly Kwalik tak mau menyerah. Mereka ingin lari tapi sayang meninggalkan Papua. Karena itu terpartri dalam diri mereka, merdeka atau mati. Mereka terus melanjutkan perjuangan walau kemalangan terus menghantui setiap derap langkah mereka.
Kini jumlah meraka makin banyak. Laporan badan intelejen Belanda menyebutkan, jumlah pasukan OPM sekarang telah mencapai 50 ribu lebih personil yang diantaranya terdapat warga asing dan rakyat Indonesia yang  bersimpati dengan perjuangan OPM. Mereka kebanyaka n bermarkas di hutan belantara di sejumlah pegunungan di Papua.
Tak sedikit pula dari mereka yang bermukim di luar negeri. Benny Wenda misalnya. Salah satu pemimpin Majelis Suku Koteka ini memusatkan gerakkan pembebasan Papua di Inggris. “Desa saya dibom ketika saya masih kecil, dan banyak dari keluarga saya dibunuh. Kemudian, saya mulai kampanye  untuk membebaskan mereka.  Karena itu, saya ditangkap, disiksa dan diancam dengan kematian. Saya berhasil melarikan diri ke Inggris, di mana sekarang saya tinggal . Tapi,,,, di Papua sana banyak orang saya sangat menderita. Mereka dibunuh, diperkosa dan disiksa. Hidup seakan sulit bagi mereka. Yang kami minta adalah kebebasan seperti yang Anda nikmati setiap hari. Kebebasan untuk berbicara dan hidup tanpa rasa takut,” ujar Benny Wenda yang dilansir situs http://www.freewestpapua.org/.
Berbagai kemalangan lain yang dialami warga Papua juga dibeberkan di situs ini. Kampanye kemerdekaan terus mereka lakukan. Walaupun mereka sendiri tidak bisa memastikan kapan Papua akan merdeka.
Sementara di Papua, berpuluh-puluh tahun rakyat papua hanya menonton warisan kekayaan mereka dikeruk, diangkut dan dijual untuk memperkaya jutaan manusia di ujung benua Amerika serta segelintir elit di Indonesia, yang berfungsi sebagai centeng alias anjing penjaga Freeport.
Ekspedisi tiga orang Eropa tahun 1936, pimpinan DR Anton H Colijn bersama Jean-Jacques dan Frits J Wissel ke Gunung Gletser, Jayawijaya dan kemudian menemukan Ertsberg, seolah menjadi pembuka kotak pandora gunung emas di tanah Papua.
Sedangkan ekspedisi Freeport yang dikomandoi Forbes Wilson dan Del Flint, untuk menjelajahi Ertsberg tahun 1960, semakin menguatkan hasrat membangun proyek tambang di tanah yang diyakini orang Papua, sebagai tempat bersemayam moyang mereka.
Ertsberg, begitulah orang Belanda menyebut gunung ore (bijih). Bagi orang Papua, Ertsberg merupakan tanah warisan yang harus dijaga dan dipertahankan, agar terhindar dari malapetaka.
Namun nasib berkata lain. Sejak tahun 1967, perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai afiliasi Freeport-McMoRan Copper and Gold yang berpusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, menguasai Ertsberg dalam radius 10 kilometer persegi melalui kontrak karya eksklusif kontraktor tambang selama 30 tahun dan kemudian diperpanjang hingga 2041.
“Inilah awal malapetaka bagi orang Papua, membiarkan warisan kekayaan mereka disedot, sementara mereka hanya menonton dan pakai koteka,” ujar sumber matanews.com, Kamis (03/11).
Tahun 1970, operasi tambang berskala penuh pun dimulai dan kemudian pengapalan ekspor pertama kosentrat tembaga berlangsung 1972. Diperkirakan, sejak beroperasi hingga 2010 Freeport sudah menyedot 7,3 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas, tanpa kontrol yang jelas dari rejim Orde Baru pimpinan Soeharto, rejim Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebaliknya, pihak Freeport dinilai tidak terbuka dan tidak jujur dalam pelaporan besaran dan jenis tambang yang dieksploitasi dari Ertsberg. Bahkan audit lingkungan dan sosial yang dilakukan terhadap tambang Freeport, dianggap hanya sebagai bentuk legitimasi atau pembenaran terhadap eksploitasi kekayaan tambang tanpa batas.
Tidak mengherankan, kalau ada pihak yang memperkirakan kandungan emas, tembaga serta uranium yang dikeruk dari Ertsberg dan Grasberg yang ditemukan pada tahun 1988, bisa mencapai nominal 8000 triliun rupiah setiap tahunnya dalam konversi rupiah.
“Bandingkan saja misalnya dengan jumlah APBN Indonesia setiap tahun, hanya sekitar 1200 triliun rupiah. Sementara royalti Freeport, secara resmi hanya sekitar 1 persen per tahun,” tutur sumber matanews.com, Kamis (03/11).
Lalu setega itukah Freeport untuk membagi hasil kekayaan yang dikeruk hingga ke perut bumi Cendrawasih dan membiarkan rakyat Papua mengais sampah sisa makanan yang dibuang dari camp Hidden Valley, lokasi tambang di ketinggian 4000 meter dari permukaan laut itu?.
Sejak jaman Soeharto, secara kasat mata Freeport memang jadi bancakan bagi kaum penguasa republik dan aparat keamanan. Diduga banyak uang ilegal yang dibagi-bagi alias mengalir ke kantong-kantong pribadi dan kelompok.
Pihak Freeport pun sangat menyadari praktek distribusi uang centeng, dengan tujuan kelangsungan dan kelanggengan pengerukan emas, tembaga hingga uranium dari tanah Papua. Pengakuan pihak Freeport telah memberikan uang pengamanan sebesar 14 juta USD setiap tahun kepada pihak kepolisian, hanyalah salah satu alokasi dana yang tidak masuk resmi ke kas negara. Diyakini, uang centeng dari Freeport, juga mengalir ke pihak tentara, Pemda hingga elit penguasa lokal dan pusat.
Kisruh Freeport yang kini masih berlangsung, memang telah mengganggu kenyamanan kelompok centeng yang menari di atas penderitaan bahkan nyawa rakyat Papua, maupun buruh tambang yang gigih memperjuangkan haknya.
Bahkan upaya Presiden SBY membentuk Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat (UP4B) yang dikepalai Bambang Darmono, ditengarai hanya akal-akalan untuk menetralisir memburuknya situasi di bumi Cendrawasih, sekaligus alat mengatur penampungan aliran uang centeng dari Freeport yang terus mengalir, entahsampai kapan.
By.CIS/ D/CHE/PTFICOM/DBS