Inter Milan Raih Poin Perdana di Liga Champions


sergapntt.com [MOSKOW] – Internazionale Milan berhasil meraih poin pertamanya di Liga Champions usai mengalahkan tuan rumah CSKA Moscow dengan skor tipis 3-2, di stadion Luzhniki, Rabu (28/9/11) dini hari.
Inter menjalani laga keduanya di Liga Champions dan juga laga pertama Claudio Ranieri sebagai pelatih Inter menggantikan Gian Gasperini.
Sejak menit pertama Inter langsung menggempur pertahanan CSKA, peluang pertama diciptakan oleh tendangan keras Giampaolo Pazzini yang masih berhasil diblok oleh kiper CSKA Vladimir Gabulov.
Sebuah kesalahan dilakukan oleh Gabulov dalam membuang bola dari tendangan penjuru, berhasil dimanfaatkan oleh Lucio untuk menjadi gol pertama Inter di menit ke-6, 1-0 bagi Inter.
Unggul satu gol, Inter terus memberi tekanan kepada tuan rumah, kali ini peluang tercipta melalui sundulan Joel Obi memanfaatkan umpan dari Pazzini yang masih mampu dimentahkan oleh Gabulov.
Meski terus diserang, namun CSKA juga memiliki peluang emas, seperti tendangan voli dari Seydou Doumbia yang masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Inter.
Di menit ke-23 Inter berhasil menambah golnya berawal dari penetrasi yang dilakukan oleh Yuto Nagatomo di sisi kiri pertahanan CSKA, Yuto kemudian mengirimkan umpan kepada Giampaolo Pazzini yang sudah berdiri bebas di depan gawang CSKA, dengan sekali sontek, bola meluncur ke gawang CSKA, 2-0 keunggulan untuk Inter.
CSKA sendiri yang tampil di depan publiknya sendiri, meski tak banyak suporter yang hadir langsung di stadion, tetap membuat pertahanan Inter tak bisa santai, beberapa peluang emas kembali tercipta.
Peluang pertama melalui tendangan keras Alan Dzagoev di dalam kotak penalti Inter yang masih mampu ditepis oleh Julio Cesar, kemudian sundulan Seydou Doumbia yang masih membentur mistar Inter.
Usaha keras CSKA akhirnya berbuah manis, sebuah gol indah berhasil diciptakan oleh Alan Dzagoev dari luar kotak penalti di menit akhir babak pertama tepatnya di menit ke-48.
Berawal dari sebuah pelanggaran Walter Samuel kepada Sekou Oliseh di depan kotak penalti Inter, Dzagoev yang menjadi algojo tendangan bebas berhasil menempatkan bola tepat di tengah gawang Inter yang tak mampu dijangkau oleh Julio Cesar.
Gol Dzagoev tersebut menjadi penutup di babak pertama, Inter tetap unggul 2-1 atas tuan rumah CSKA Moscow.
Mengawali babak kedua, CSKA mengambil inisiatif penyerangan, permainan cepat diperagakan oleh anak asuhan Leonid Slutskiy ini.
Inter pun terlihat sedikit kewalahan, lini belakang Inter dibuat kocar-kacir, namun, 10 menit babak kedua berjalan belum ada peluang emas yang berhasil diciptakan oleh pemain-pemain CSKA.
Di menit ke-57, setelah berhasil mengecoh bek CSKA Mauro Zarate melakukan tendangan keras kaki kanan, sayang bola masih mampu dimentahkan oleh Gabulov.
CSKA pun seperti tak mau ketinggalan menciptakan peluang, kali ini melalui tendangan keras Alan Dzagoev dari luar kotak penalti yang masih mampu ditangkap dengan baik oleh Cesar.
Pertandingan pun berlangsung semakin seru, silih berganti serangan dilancarkan kedua tim, beberapa peluang juga tercipta, namun, hingga pertandingan berjalan 70 menit, belum ada gol yang berhasil bersarang ke gawang kedua tim.
Di menit ke-76, Vagner Love berhasil menunjukkan kualitasnya, pemain Brazil ini berhasil mengecoh dua bek senior Inter, Lucio dan Javier Zanetti, kemudian mengakhirinya dengan sebuah tendangan keras yang tak mampu diantisipasi oleh Cesar.
Inter pun langsung bereaksi, memanfaatkan umpan lambung yang sangat brilian dari Esteban Cambiasso, Mauro Zarate berhasil melakukan tendangan first time menggunakan kaki kiri yang hanya membuat Gabulov terperangah, kedudukan berubah menjadi 3-2 untuk Inter di menit ke-79.
Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit, Internazionale tetap unggul 3-2 atas tuan rumah CSKA Moscow.  (by. bola.net)

Madrid Raih Poin Penuh Atas Ajax


sergapntt.com [MADRID] – Tiga gol dari tiga bintang Real Madrid membawa tim yang diasuh Jose Maurinho itu menang mudah 3-0 atas tamunya Ajax Amsterdam dalam laga lanjutan kualifikasi Grup D Liga Champions Eropa 2012-2012, Rabu dini hari (28/9/11).
Masih tak didampingi Jose Mourinho yang menjalani hukumannya, Los Galacticos langsung mencoba mendominasi jalannya laga sejak menit-menit awal. Umpan-umpan satu dua sentuhan mereka terapkan untuk mendominasi permainan dan menembus pertahanan Ajax.
Pelan tapi pasti, Real akhirnya mendapatkan gol mereka saat laga memasuki menit ke-25. Sebuah skema umpan satu sentuhan dari serangan balik cepat menjadi awal lahirnya gol ini. Dengan berlari, Cristiano Ronaldo mengirimkan bola kepada Mesut Ozil dan diteruskan ke Karim Benzema, yang berlari di sisi kanan. Benz kemudian mengirimkan bola mendatar ke tengah dan sudah ada Ronaldo di kotak penalti. Dengan mudah ia menaklukkan kiper Kenneth Vermeer hanya dengan satu sontekan saja.
Ajax sendiri bukannya mereka tak berkutik dan berdiam diri saja di laga ini. Mereka juga sempat membuat Madrid ketar-ketir. Namun, lemahnya finishing tim asal Belanda ini, membuat tak satu pun peluang emas yang mereka dapatkan berwujud menjadi sebuah gol. Dari 7 shots on goal yang mereka torehkan di statistik, tak satu pun yang mengarah ke gawang.
Di tengah usaha mereka untuk bangkit, Ajax harus rela kembali kebobolan saat babak pertama tersisa empat menit. Kali ini Kaka yang mencatatkan namanya di papan skor. Usai menerima umpan sodoran Cristiano Ronaldo semeter di depan kotak penalti, Kaka langsung menghujamkan bola ke sudut kanan gawang Vermeer. Skor 2-0 untuk tuan rumah mengantar kedua tim berjalan menuju ke ruang ganti.
Los Blancos kembali tak terbendung di babak kedua. Hanya butuh waktu empat menit saja bagi mereka untuk kembali memperbesar keunggulan menjadi 3-0. Kali ini giliran Kaka yang bergerak dari sisi kiri memberi assist cantik kepada Karim Benzema. Tanpa ba-bi-bu, striker Prancis ini langsung meneruskannya ke gawang Ajax. (by. bola.net)

Napoli Libas Villareal 2-0


sergapntt.com [SAN PAOLO] – Meski mendapat tekanan besar, Napoli akhirnya mampu memetik kemenangan 2-0 atas Villarreal dalam laga kedua babak penyisihan Grup A Liga Champions pada Selasa atau Rabu (28/9/2011) dini hari WITENG. Ini menjadi kemenangan perdana Napoli di Liga Champions musim ini.
Hasil tersebut membuat Napoli duduk manis di posisi kedua dengan empat poin. Mereka menguntit Bayern Muenchen yang berada di posisi pertama dengan enam poin, setelah mengalahkan Manchester City 2-0. Sementara Villarreal harus puas menempati posisi terakhir setelah kalah dua kali di laga awal Liga Champions.
Kedua tim bermain ketat di awal babak pertama. Namun, Napoli berhasil mencuri gol terlebih dulu tepatnya pada menit ke-14.
Umpan silang dari Ezequiel Lavezzi berhasil disambar oleh Marek Hamsik dengan tendangan kaki kirinya. Bola pun meluncur mulus ke sudut kanan gawang Villarreal.
Tiga menit berselang, Napoli kembali menjebol gawang Villarreal. Tapi, kali ini lewat eksekusi penalti Edison Cavani. Hukuman penalti diberikan setelah bek Villarreal, Gonzalo, menjatuhkan Lavezzi di kotak terlarang.
Villarreal mencoba membalas. Namun, upaya mereka kerap gagal. Salah satunya terjadi di menit ke-27 di mana tendangan Nilmar masih bisa dimentahkan oleh kiper Napoli, Morgan De Sanctis.
Villarreal tak bisa memanfaatkan sisa waktu babak pertama untuk memperkecil ketertinggalan meski beberapa kali sempat mendapatkan peluang.  Di babak kedua, Villarreal terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan mereka. Di menit ke-50, Giuseppe Rossi sempat membuat harapan besar ketika tandukannya mengarah tepat ke gawang Napoli. Sayang, peluang tersebut masih bisa dipatahkan oleh De Sanctis.
Villarreal tampakanya tak pernah putus asa. Pasukan Juan Carlos Garrido ini terus memberikan tekanan kepada tim lawan. Tapi, masalah finishing touch menjadi penghalang tim asal Spanyol ini untuk menyamakan kedudukan, atau bahkan memperkecil kedudukan.
Terus gagal menembus pertahanan tuan rumah, pemain Villarreal mulai frustrasi. Hasilnya, tim tamu tak berhasil untuk mengejar ketertinggalan dan hingga akhir pertandingan, skor 2-0 untuk kemenangan Napoli tetap bertahan
Susunan pemain
Napoli
: Morgan De Sanctis, Paolo Cannavaro, Salvatore Aronica, Hugo Armando Campagnaro, Walter Gargano, Gokhan Inler, Marek Hamsik (Giuseppe Mascara 79), Andrea Dossena, Juan Zuniga, Ezequiel Lavezzi (Mario Santana 88), Edinson Cavani (Goran Pandev 72)
Villarreal: Diego Lopez, Mateo Musacchio, Christian Zapata, Jose Manuel Catala, Gonzalo (Javier Camunas 33), Marcos Senna, Jonathan De Guzman (Hernan Perez 83), Bruno, Cani, Giuseppe Rossi, Nilmar

Bayer Munchen Redam Manchester City 2-0


sergapntt.com [MUNCHEN] – Bayern Munchen akhirnya berhasil meredam ketangguhan Manchester City dalam laga Grup A Liga Champions di Allianz Arena pada Rabu (28/9/11) dini hari Witeng dengan skor 2-0.
Menjamu tim bertabur bintang di City, Bayern sedikit terlambat panas, bahkan Munchen tertekan sejak menit awal.
Pertandingan baru berjalan empat menit, City langsung menciptakan peluangnya, namun posisi Manuel Neuer masih tepat sehingga mampu mengamankan bola tendangan Edin Dzeko.
Tekanan pun terus diberikan oleh City, David Silva, Samir Nasri dan Gareth Barry benar-benar menguasai lini tengah.
Setelah 20 menit babak pertama berjalan, Bayern mulai keluar dari tekanan, beberapa kali Franck Ribery berhasil menerobos pertahanan City, namun belum ada peluang emas yang berhasil diciptakan.
Di menit ke-26 sebuah tendangan bebas dari Yaya Toure membuat Neuer berjibaku mengamankan gawangnya.
Selanjutnya, silih berganti serangan mulai dilancarkan kedua tim, Ribery yang sedari tadi merepotkan pertahanan City berhasil membuat Joe Hart jatuh bangun.
Tak berhenti disitu, Bastian Schweinsteiger juga ikut menggempur pertahanan City, namun, kesigapan Joe Hart mengamankan gawangnya membuat peluang Schweinsteiger terbuang.
Serangan bergelombang yang dilancarkan oleh Bayern membuat City sedikit bertahan.
Bayern hampir saja mencetak gol pertamanya, jika tendangan Schweinsteiger tak melambung di atas mistar gawang Joe Hart.
Akhirnya di menit ke-38 Mario Gomez berhasil membuat Joe Hart bertekuk lutut, berawal dari tendangan keras Ribery dari luar kotak penalti yang berhasil ditepis oleh Joe Hart, kemudian sontekan Thomas Muller yang berhasil ditepis oleh Hart, Gomez yang berdiri tak terkawal dan berada pada posisi yang tepat berhasil menyotek bola, dan goool 1-0 untuk Bayern.
Untuk kedua kalinya, Mario Gomez berhasil menaklukkan kiper utama Inggris ini, dan lagi-lagi memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Daniel van Buyten, 2-0 untuk Bayern di menit ke-45.
Sebuah penampilan yang cukup efektif ditunjukkan oleh Mario Gomez, meski tak terlalu sering mengancam dan melakukan pergerakan mematikan, namunpositioning Gomez yang cukup tepat membuatnya mudah untuk menciptakan gol.
Hingga berakhirnya babak pertama, Gomez berhasil membawa Bayern unggul dua gol tanpa balas.
Di babak kedua pertandingan berlangsung semakin seru dan alot, kedua tim sama-sama ingin mencetak gol, penguasaan bola bahkan seimbang.
Namun hanya sampai babak kedua berlangsung selama 10 menit hal tersebut terjadi, selanjutnya Bayern benar-benar menguasai jalannya pertandingan.
Beberapa peluang tercipta melalui Schweinsteiger dan juga Mario Gomez, namun kesigapan Joe Hart membuat peluang-peluang Bayern terbuang.
Serangan-serangan Bayern pun semakin mematikan, namun belum ada gol yang mampu diciptakan, bahkan, seharusnya Bayern bisa kembali unggul di menit ke-78 jika saja Thomas Muller bisa lebih cepat menyambut bola muntah hasil sundulan Mario Gomez.
Hingga berakhirnya babak kedua, Bayern Munich tetap unggul 2-0 atas tamunya Manchester City. (by. sertu)

Madrid Kontra Ajax, Madrid Lebih Diunggulkan


sergapntt.com [Madrid] – Di atas kertas, Real Madrid lebih diunggulkan atas Ajax Amsterdam. Apalagi di matchday II kali ini, Rabu (28/9/2011) dinihari WITENG, Madrid bakal bertindak sebagai tuan rumah. Namun, Los Blancos diperingatkan untuk tidak lengah.
Musim kemarin, kedua klub juga sama-sama berhadapan di fase grup. Hasilnya? Madrid menang mutlak pada dua pertemuan; 2-0 dan 4-0. Ajax pun gagal melaju ke fase berikutnya lantaran hanya finis di urutan tiga grup tersebut.
Tapi, musim ini, Ajax diprediksi bakal sedikit menyulitkan Madrid. Skuad arahan Frank de Boer tersebut memang masih tertahan di posisi tiga klasemen sementara Eredivisie, tapi daya gedor mereka adalah salah satu yang terbaik di liga domestik sejauh ini.
Dari tujuh laga, Ajax sukses menggelontorkan 21 gol. Modal ini disebut Johan Cruyff bisa menjadi bahan untuk mengeksploitasi bek tengah Madrid, yang disebutnya merupakan titik lemah tim.
“Mereka (Madrid) sangat inkonsisten dalam pekan-pekan pembuka musim ini dan Anda bisa melihat bahwa itu mengganggu mereka,” tulis legenda sepakbola Belanda itu dalam kolomnya di De Telegraaf.
“Ajax harus bermain teratur. Saya bisa melihat mereka mendapatkan beberapa kesempatan. Bek-bek tengah Madrid memang sangat hebat dalam duel, tapi penempatan posisi mereka sangat lemah. Saya menilai, itu adalah kelemahan mereka dan Ajax bisa memanfaatkannya,” lanjut Cruyff.
Meski demikian, hal serupa bisa saja berbalik kepada Ajax. Ingat, Madrid bermain di kandang sendiri dan catatan mereka dalam membobol gawang lawan pun tak bisa dibilang jelek. Skuad arahan Jose Mourinho itu sudah mencetak 16 gol dalam lima laga di La Liga, catatan yang hanya kalah dari Barcelona. Akhir pekan lalu pun mereka menang dengan skor telak 6-2 atas Rayo Vallecano.
Ketajaman Madrid itu menjadi ancaman jika melihat catatan kebobolan Ajax di liga domestik. Miralem Sulejmani dkk. sudah kebobolan 10 gol, yang mana membuat mereka, bersama PSV, memiliki catatan kebobolan terburuk di antara penghuni lima besar lainnya.
Inilah pertemuan para langganan juara. Bagaimana tidak, jika jumlah trofi juara Liga Champions ditotal, Real Madrid dan Ajax menghasilkan 13 trofi. Madrid sudah mengoleksi sembilan trofi, Ajax empat kali juara. Kedua tim pernah punya masa jaya pada waktu yang berbeda. Tapi, saat ini, harus diakui Madrid berada di depan Ajax.
Hasil pertemuan musim lalu menjadi buktinya. Dalam dua pertemuan di fase grup, Madrid mencetak enam gol ke gawang Ajax tanpa mampu dibalas. Musim ini, Madrid masih diyakini mampu mengulang sukses musim lalu.
Meski menghadapi jadwal padat dalam dua pekan ke depan, skuad Madrid tetap yakin bisa meraih hasil positif di setiap pertandingan. Kekalahan 0-1 dari Levante di liga domestik telah dijadikan pelajaran agar tidak lagi terulang dalam laga-laga berikutnya.
“Aku yakin kami sudah terbiasa bertanding setiap tiga hari dan kami seharusnya tidak merasa lelah. Pelatih akan memilih pemain yang paling pas di posisi inti pada setiap laga. Menjadi hak pelatih akan menggunakan sistem rotasi atau tidak. Aku yakin kami semua siap dengan semua putusannya,” kata gelandang Madrid, Xabi Alonso.
Sayang, Ajax rasanya tidak akan melakukan taktik yang diperagakan Levante untuk menaklukkan Madrid. Sebagai tim bernama besar di Liga Champions tak sepatutnya mereka bermain bertahan. Namun, bermain terbuka juga melahirkan risiko kebobolan yang besar. Kondisi ini menyulitkan Ajax yang ingin mengembalikan kejayaan di Eropa. (by. eko/adwi)
Prediksi Line-up 
Madrid (4-2-3-1) : Casillas; Ramos, Varane, Albiol, Arbeloa; Khedira, Xabi Alonso; Di Maria, Oezil, Ronaldo; Benzema
Ajax (4-3-3) : Vermeer; Van der Wiel, Alderweireld, Vertonghen, Anita; S. de Jong, Erikssen, Janssen; Sulejmani, Boerrigter, Sigthorsson