Walikota Kupang Bakal Diadukan Ke KPK


sergapntt.com [KUPANG] -> Tak hanya melapor ke Kejaksaan Negeri Kupang, Ketua DPRD Kota Kupang, Viktor Lerik, SE juga bakal mengadukan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyelewengan Dana Percepatan Pembangunan Infrastuktur Daerah (DPPID) sebesar 13,5 miliar rupiah dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Lerik mengatakan, dugaan korupsi tersebut terindikasi saat Pemerintah Kota Kupang menggunakan dana tersebut tanpa sepengetahuan DPRD Kota Kupang. Lerik juga mensinyalir sejumlah paket proyek bernilai kontrak belasan juta rupiah ditenderkan secara diam-diam, serta tidak jelasnya sumber dana sekitar Rp 1 miliar yang dipakai Walikota Kupang ke Denmark.

“Tanggal 28 September (2011) saya akan ke KPK terkait dana DPPID itu,” ujar Lerik seperti yang dilansir KBR68H pada Jumat (16/9/11).
Lerik menambahkan, Kemenakertrans mengucurkan dana lebih dari 14 miliar rupiah ke pemerintah Kota Kupang untuk Percepatan Pembangunan Infrastuktur Daerah. Sebagian besar dana dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang dan sisanya di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Kamis (8/9/2011) lalu, Lerik melaporkan Dan Adoe ke Kejaksaan Negeri Kupang yang diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kupang, Risma H Lada, S.H. Pihak kejaksaan pun langsung menelaah laporan Lerik guna disampaikan ke Kejati NTT untuk memperoleh petunjuk.
“Tidak ada dendam politik. Tidak ada urusan. Saya sebagai anggota dewan hanya menjalankan fungsi kontrol terhadap penggunaan anggaran oleh Pemerintah Kota Kupang,” tegas Lerik usai melaporkan dua kasus itu  di kantor Kejari Kupang, Kamis (8/9/2011) siang. (sumber: KBR68H/poskupang)

Noce Bantah Walikota Kupang Miliki Uang Satu Koper


sergapntt.com [JAKARTA] -> Informasi yang menyebutkan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe membawa satu koper uang sebanyak Rp 3 miliar ketika terbang dari Bandara El Tari Kupang ke Jakarta pada Kamis (15/9/11) pagi, dibantah oleh Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Noce Nus Loa pada Kamis (15/9/11) malam.
Menurut Noce, kabar miring ini diduga disebarkan oleh oknum-oknum yang ingin mencoreng citra Daniel Adoe sebagai pribadi maupun Walikota Kupang.
Saat ke bandara, Daniel Adoe didampingi Noce yang mengatur keberangkatannya sejak dari rumah hingga sampai ke tangga pesawat. Noce mengaku, saat chek in di bandara, rombongan walikota berada di barisan terakhir setelah semua penumpang masuk ke ruang boarding. Persoalan muncul ketika koper istri walikota masuk ke x-ray (mesin deteksi). 
“Jadi bukan koper milik Bapak Walikota,” kata Noce di Kantor Suara Pembaruan, Jakarta.
Saat koper Ny Daniel Adoe masuk ke x-ray, petugas menduga ada semacam gunting. Koper itu harus dibuka. Tampaknya ajudan walikota yang bertugas membawa koper, keberatan  karena istri walikota atau si pemilik koper sudah ada di pesawat. Terjadilah perang muluit antara sang ajudan dengan petugas bandara. 
 
“Saat itu , Bapak Walikota dan ibu sudah naik ke pesawat, sedangkan saya ada di bawah tangga pesawat dan baru tahu ada ribut-ribut di belakang,” papar Noce.
Belakangan Noce mengetahui bahwa adu mulut membuat ajudan walikota tak diperbolehkan ikut terbang. Walikota yang sudah ada di dalam pesawat bahkan sempat turun mempertanyakan ke mana gerangan sang ajudan.
“Masalah kemudian dapat diselesaikan. Koper sempat dibuka dan memang tidak ditemukan barang yang membahayakan penerbangan. Isi koper itu adalah pakaian Ibu (istri walikota) dan perlengkapan perempuan,” tambah Noce.
Ditambahkan, tidak masuk akal seorang walikota memiliki atau mengambil uang Rp 3 miliar dari bank kemudian memasukkannya ke koper dan menentengnya ke Jakarta.
“ Untuk mengambil uang sebanyak itu tentu sudah harus tanda tangan ini-itu, dan sebagai pejabat publik tentu sudah dipantau pihak berwenang,” tambah Noce.
Kecurigaan adanya kesengajaan mengembuskan berita bohong untuk mencoreng citra Daniel Adoe beralasan. Pada Kamis malam, kabar soal Walikota Kupang sudah berkembang begitu rupa. “Bapak Walikota dikabarkan ditangkap di Bandara Cengkareng Jakarta karena lolos dari Bandara El Tari Kupang dengan membawa uang Rp 3 miliar,’ kata Noce.
Pihak Walikota Kupang, menurut Noce,  akan mengambil langkah hukum terhadap oknum-oknum yang mengebuskan berita tidak benar ini.
Sebelumnya diberitakan, uang yang diperkirakan berjumlah Rp 3 miliar terdeteksi ketika koper yang dibawa ajudan walikota  melewati alat pemeriksaan barang. Koper ditahan untuk diperiksa petugas, namun ajudan walikota berkeras dan sempat bersitegang dengan petugas. Insiden itu menyebabkan pilot Lion Air enggan menerbangkan pesawat sampai koper itu diperiksa petugas. Setelah diperiksa, ternyata koper itu penuh berisi uang kertas pecahan Rp 100 ribuan sehingga walikota terpaksa turun dari pesawat dan berbicara dengan petugas. Setelah itu barulah koper itu diperbolehkan naik ke pesawat bersama walikota Daniel Adoe. Insiden itulah yang dipertanyakan Ketua DPRD Kota Kupang Victor Lerik. Viktor menilai  insiden itu  sangat memalukan. (by. sp)

Vatikan Berharap NTT Tetap Aman


sergapntt.com [KUPANG] -> Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Antonio Guido Filapazzi merasa salut dan bangga atas kerukunan umat beragama di NTT. Karena itu ia berharap suasana kondusif dan aman antar umat beragama di NTT ini tetap terjaga.
“Saya senang dan bangga dengan kerukunan beragama di NTT. Semoga tetap terjaga,”ujar Filapazzi, berharap.
Pengakuan dan harapan tersebut disampaikan  Filapazzi saat tatap muka dengan Gubernur Provinsi NTT, Drs. Frans Lebu Raya, di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa (13/9/11) siang.
Kedatangan Filapazzi ke NTT untuk menghadiri acara penthabisan 11 imam baru di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, pada Rabu (14/9/11). Kunjungan Filapazzi ini juga merupakan kunjungan pertamanya ke tanah Timor.
Sementara itu, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menyampaikan ke Dubes Vatikan kalau kehidupan antar umat beragama di NTT sangat baik.
“Di NTT, kehidupan antara pemeluk agama sangat aman,” tegas Lebu Raya. (by. ferry guru)

Kailash Sigh (65), Tak Pernah Mandi Selama 37 Tahun


sergapntt.com [VARANASI] -> Biasanya orang mulai gatal-gatal dan bermasalah dengan bau badan jika seharian saja tidak mandi. Namun tidak dengan Kailash Sigh. Pria berusia 65 tahun yang tinggal di kota suci Varanasi di tepi sungai Gangga India itu sudah 37 tahun tak pernah mandi. Terakhir kali ia mandi pada tahun 1974, tak lama setelah ia menikah.
Bukan hanya tidak mandi, pria jangkung itu juga tidak pernah mencukur rambutnya. Kini rambut yang tampil gimbal tersebut panjangnya telah melebihi tinggi badannya.
Saat ditanya alasannya, Singh mengaku tidak mandi agar suatu saat nanti bisa dikaruniai anak laki-laki. Ayah dari 7 anak yang seluruhnya perempuan ini berkeyakinan, jika ia konsisten tidak mandi maka suatu saat istrinya akan mengandung anak laki-laki.
Sementara itu istrinya, Kalavati Devi yang berusia 60 tahun juga tidak habis pikir dengan pola pikir suaminya. Devi sering mengancam tidak mau tidur seranjang jika Singh tidak mandi, namun ancaman itu tidak digubris sehingga Devi akhirnya menyerah.
Bisa dibayangkan bagaimana bau badan Singh yang sehari-hari bekerja di ladang di bawah terik matahari bersuhu 47 derajat celcius. Satu-satunya cara Singh membersihkan badan hanyalah dengan ritual ‘mandi api’ yakni menari di sekitar api unggun tiap malam sambil berdoa.
“Kami sering berusaha memandikannya secara paksa, tapi ia selalu berontak kemudian lari. Katanya ia pilih mati daripada harus mandi. Pokoknya ia hanya akan mandi kalau sudah punya anak laki-laki,” ungkap Devi seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (24/6/2011).
Bukan hanya istrinya yang merasa terganggu, warga desa terutama anak-anak juga banyak yang mengolok-olok Singh. Setiap kali Singh melintas dengan sepedanya, anak-anak sering berlari mengikuti di belakangnya sambil meneriakkan ejekan seperti, “Tidak mandi! Tidak Mandi!”
Tidak seperti Devi dan warga desa yang lain, anak tertua Singh yakni Pooja justru bangga karena perilaku ayahnya tersebut membuatnya jadi populer di sekolahnya. Gadis 16 tahun tersebut mengaku banyak yang penasaran ingin bertemu dengan ayahnya sekedar untuk melihat secara langsung.
“Teman-teman selalu penasaran bagaimana ayahku bisa hidup bertahun-tahun tanpa mandi. Banyak dari mereka yang ingin melihatnya dengan mata kepala sendiri” kata Pooja.
Hingga kini belum ada rekor dunia yang resmi terkait bau badan seseorang. Namun dengan kebiasaan anehnya yang tidak pernah mandi dan mencukur rambut selama 37 tahun, Singh tampaknya sudah memenuhi syarat untuk menjadi kandidat manusia paling bau sedunia.
Padahal mandi secara teratur tidak hanya berguna untuk membersihkan tubuh dari kuman-kuman yang menempel di tubuh. Beberapa penelitian membuktikan, mandi secara teratur juga bisa mengurangi risiko diabetes dan gangguan kardiovaskuler. (by. dtk)

Anjing, “Dewanya” Orang Flores


sergapntt.com [BAJAWA] -> Bagi kebanyakan orang Flores, Anjing ibarat teman sejati, tentara rumahan, pasukan berburu dan menu yang paling lezat. Itu sebabnya, harga seeokor anjing di Flores bisa mencapai Rp. 500 ribu hingga Rp. 1 juta rupiah. Anjing pun tak terpisahkan dari tradisi adat istiadat. Seakan belum lengkap kalau dalam sebuah acara adat atau pesta tak ada menu daging anjing. Bahkan sebagian wilayah di Flores, masih ada warga yang menganggap lebih baik manusia yang mati daripada dewanya itu dibunuh.
Pandangan inilah yang membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun sejumlah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Flores kesulitan membasmi virus rabies.  
Ketika langkah eliminasi terhadap anjing rabies akan dijalankan oleh pemerintah, warga justru protes. Kata mereka, itu bertentangan dengan tradisi adat mereka. Tapi jika ada saudaranya, keluarganya, tetangganya atau kenalannya yang meninggal akibat digigit anjing yang terkontaminasi rabis, dunia seakan mau runtuh akibat tangisan yang menggelegar.
Karena apa? Karena kebanyakan orang Flores berkeyakinan, membunuh anjing sama dengan memutuskan mata rantai antara mereka dengan para leluhur Flores yang telah dipanggil Sang Khalik.
Penolakan pembunuhan massal terhadap anjing pun ditolak oleh Direktur Yayasan Peduli Sesama (Sanlima) NTT, Isidorus Kopong Udak di Kupang, Selasa (13/9/2011). Menurut dia, mengatasi rabies atau penyakit anjing gila di daratan Flores dan Lembata tidak harus dengan membasmi seluruh anjing di daerah itu. Pembawa virus rabies tidak hanya anjing, tetapi juga oleh binatang lain seperti kera, kelelawar, dan kucing.   
”Yang perlu diperhatikan pemerintah adalah mengadakan vaksin rabies anjing sebanyak mungkin sehingga diberikan secara rutin kepada setiap anjing peliharaan. Jika petugas kesehatan hewan dari dinas peternakan terbatas, masyarakat pemilik anjing dilatih untuk melakukan penyuntikan vaksin sendiri terhadap anjingnya,” ujar Kopong seperti dilansir kompas.com.   
Perlakuan yang mengistimewakan anjing juga terekam dalam kehidupan sebagian orang Bajawa, misalnya di Kecamatan So’a dan Golewa, Kabupaten Ngada. Disana, ada warga yang memelihara anjing hingga puluhan kisaran 10-30 ekor. Tujuannya, ada yang hanya untuk gagah-gagahan, hoby, untuk kepentingan berburu, untuk kepentingan adat dan sebagainya.
Yang empunya terlihat seperti panglima saat beranjak dari rumahnya menuju sawah atau ladang. Dari belakang, belasan hingga puluhan ekor anjing setia mengikuti derap langkahnya. Tapi ketika sial datang? Pasukan berani matinya itu justru balik menyerang tuannya.
Setahun silam pernah ada warga di So’a yang enggan anjingnya dieliminasi, walaupun menurut petugas kesehatan setempat, anjing tersebut telah positif rabies. Toh begitu ia tetap bersikeras agar anjingnya tidak dibunuh. Bahkan dia sempat mengancam, “Siapa yang bunuh itu anjing, dia punya kepala juga saya belah”.
Karena sikap keras kepala itu, para petugas pun mundur. Namun secara baik-baik sebelum beranjak pulang, para petugas meminta agar anjingnya diikat saja. Permintaan ini akhirnya dituruti. Anjing itu lalu diikatkan pada salah satu tiang di pojok rumahnya. Seminggu kemudian terdengar kabar menyedihkan. Anjing yang ia dewakan itu justru balik menyerangnya hingga tewas. Bahkan sebagian isi badannya raib dimakan anjingnya sendiri. Istri dan anaknya hanya bisa menangis. Tetangganya pun hanya bisa berduka. Anjing pembunuh dan pemakan manusia tersebut akhirnya dibunuh juga oleh si anak yang empunya anjing. Belakangan yang tersisa hanya penyesalan, tangisan dan rasa duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ironisnya, kejadian itu bukan menjadi tonggak perubahan sikap. Masih ada saja warga setempat yang melindungi anjingnya, walaupun menurut catatan kesehatan piaraannya itu positif terinfeksi virus rabies.  (by. chris parera)